Kamis, 12 Desember 2019
15 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Halal insight / Bagaimana Meningkatkan Pasar Milenial untuk Produk Halal?
FOTO I Dok. Arif Sharianews.com
Pasar yang kini menjanjikan bagi tumbuh dan berkembangnya produk halal adalah penduduk usia muda.

Sharianews.com, Tren halal goes to global berdampak pada semakin beragamnya pasar produk halal. Tidak hanya terbatas pada penduduk Muslim, kini produk halal juga diminati pasar non-muslim. Laki-laki maupun perempuan, dewasa ataupun muda, menyukai produk halal.

Pasar yang kini menjanjikan bagi tumbuh dan berkembangnya produk halal adalah penduduk usia muda. Penduduk usia muda merupakan konsumen produk halal yang potensial karena diperkirakan kedepannya penduduk usia muda akan mendominasi angkatan kerja. Penduduk usia muda yang lahir antara tahun 1980 sampai dengan tahun 2000 dikenal sebagai generasi milenial, dengan ciri mereka aktif melakukan interaksi dengan sesama melalui media sosial.

Melihat potensi pasar yang cukup besar, maka diperlukan strategi yang tepat agar produk halal dapat diminati generasi milenial. Selain aspek halal, ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku usaha, yaitu

Pertama, memahami kebutuhan generasi milenial. Kemampuan pelaku usaha dalam memahami apa yang dibutuhkan generasi milenial merupakan kunci diterimanya produk halal.

Sebagai misal jika melihat perilaku generasi milenial, mereka cenderung membutuhkan sesuatu yang cepat dan praktis. Saat ini banyak milenial menggemari produk-produk on the go karena karakteristiknya yang mudah digunakan (easy to use), mudah dibawa (easy to bring), dan mudah dikonsumsi (easy to consume). Produk halal yang dapat meniru karakteristik produk on the go ini diperkirakan akan menjadi pilihan generasi milenial.

Kedua, memperhatikan gaya hidup (lifestyle) generasi milenial. Generasi milenial memiliki gaya hidup yang terbilang unik dan berbeda dengan generasi-generasi lainnya.

Generasi milenial memiliki gaya hidup yang gemar membagikan aktivitasnya di media sosial. Mereka senang mengabadikan hal-hal menarik yang mereka jumpai dengan berfoto dan kemudian membagikannya melalui media sosial.

Produk halal dengan kemasan dan tampilan yang menarik saat difoto akan menjadi daya tarik bagi generasi milenial. Hal ini juga dapat diterapkan pada produk wisata halal, dimana keberadaan tempat-tempat yang memiliki keunikan dari sisi penampilan (design) menjadi penting untuk diperhatikan.

Ketiga, memahami tren generasi milenial. Tren generasi milenial terus berkembang menyesuaikan dengan apa yang sedang diperbincangkan atau viral di media sosial.

Selama ini produk halal dianggap sebagai produk yang identik dengan Timur Tengah. Produk halal makanan misalnya masih didominasi oleh produk makanan kebab dan khumus. Masih sedikit produk halal makanan yang bercirikan budaya atau kultur negara dan daerah lain, seperti makanan halal Korea. Padahal makanan Korea menjadi tren kegemaran generasi milenial saat ini.

Demikian halnya dengan produk halal fashion, masih didominasi oleh pakaian gamis maupun koko yang bernuansa Timur Tengah, belum banyak produk halal pakaian yang dibuat dengan modifikasi corak dan desain yang baru dan berbeda.

Butuh kerja sama dengan berbagai pihak

Dalam rangka meningkatkan pasar generasi milenial untuk produk halal, tidak cukup hanya bergantung pada strategi yang diambil oleh pelaku usaha. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak baik dari akademisi maupun komunitas-komunitas muslim. Peran akademisi diperlukan dalam upaya sosialisasi dan literasi produk halal, baik dari sisi keunggulan maupun manfaat yang dimiliki produk halal.

Sementara itu keberadaan komunitas-komunitas Muslim seperti Muslim traveler, Muslim food vlogger, dan sebagainya, dapat menjadi mitra dalam mempromosikan produk halal pada generasi milenial. Ketiga hal dan langkah kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan pasar generasi milenial untuk produk halal. (*)

(Program Studi Ekonomi Islam dan Industri Halal Universitas Gadjah Mada)

Oleh: Hantoro Ksaid Notolegowo