Kamis, 24 September 2020
07 Ṣafar 1442 H
Home / Ziswaf / Atasi Krisis Pangan dengan Bertani di Perkotaan
Foto dok. Dompet Dhuafa
Bertani di wilayah perkotaan juga tidak kalah berkualitas

Sharianews.com, Jakarta – Krisis pangan menghantui Indonesia sebagai dampak pandemi dari Covid-19. Banyak upaya dilakukan berbagai pihak guna mengantisipasinya. Masyarakat mulai melakukan penghematan dan menanam bahan pangan lokal, gerakan beli hasil tanaman pangan petani lokal juga digencarkan.

Kelompok Tani Hydro 15 salah satu penerima manfaat program ketahanan pangan bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Chevron dan Dompet Dhuafa untuk melakukan panen perdana tanaman hidroponik di RT. 15 RW. 03 Keluarahan Cempaka Putih Timur, Jakarta.

Ketua Kelompok Tani Hydro 15 Ardiarso mengatakan bertani di wilayah perkotaan juga tidak kalah berkualitas dengan pertanian-pertanian di desa.

“Saya yakin ketahanan pangan itu bisa didukung oleh setiap keluarga. Harapannya selain pengelolaan secara kelompok dan hasilnya disebarluaskan ke seluruh warga masyarakat. Nanti masing-masing keluarga juga bisa memiliki lahan atau medium tanamannya masing-masing, " ucapnya.  .

Rudi Abdi, Anggota Kelompok Tani Hydro 15 menambahkan, salah satu kunci keberhasilan panen perdana ini terletak di proses penyemaiannya.

“Jika di tahap ini sudah bagus maka ketika pindah medium tanam, insyallah tidak ada kendala. Di satu sisi ketika pindah medium tanam, kita juga harus perhatikan nutrisinya. Jangan sampai kekurangan atau berlebihan," tutur Rudi.

Program Ketahanan Pangan salah satu program pemberdayaan Dompet Dhuafa dalam mengatasi dampak yang dihasilkan dari pandemi Covid-19. Program Ketahanan Pangan sendiri terdiri dari budidaya tanaman hidroponik dan budidaya ikan lele dalam ember (budikdamber).

Sebanyak 417 tanaman hidroponik menjadi budidaya kelompok tani asal Kompleks Patra II Cempaka Putih Timur, Jakarta. Adapun tanaman tersebut adalah sayuran kale, sawi, dan pakcoy.

"Konsentrasi program ini untuk memberikan kemandirian bagi sektor UMKM dan keluarga. Baik hasilnya untuk konsumsi pribadi bagi warga kelompok tani atau dipasarkan untuk menambah penghasilan,"ucap Ahmad Faqih selaku General Manager Resource Mobilization Ziswaf Dompet Dhuafa.

Rep. Aldiansyah Nurrahman