Sabtu, 11 Juli 2020
21 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Ziswaf / Atasi Corona, Lazismu Ciptakan Program Inovatif dan Kolaboratif
Foto dok. Poroz
Pada masa seperti ini menuntut Lembaga Amil Zakat membuat program yang inovatif dan kolaboratif, seperti Lembaga Zakat, Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu).

Sharianews.com, Angka positif virus corona (Covid-19) di Indonesia yang dikonfirmasi pemerintah kini bertambah menjadi 14.032 kasus. Jumlah itu meningkat sebanyak 387 kasus dibanding sehari sebelumnya.

Jumlah total 14.032 kasus positif Covid-19 yang tercatat sampai Minggu (10/5), terdiri dari 2.698 orang yang sudah sembuh dan 973 orang yang sudah meninggal. Angka kesembuhan naik 91 orang, sedangkan angka kematian naik 14 orang.

Pada masa seperti ini menuntut Lembaga Amil Zakat membuat program yang inovatif dan kolaboratif, seperti Lembaga Zakat, Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu).

Direktur Fundraising dan Kerjasama Lazismu Rizaludin Kurniawan mengungkapkan, dari sisi inovatif, Lazismu membuat pelatihan mubalig atau dai mahir digital. Hal itu dilakukan agar para merak bisa membuat konten digital dan tetap berkarya.

“Kerja kolaboratif kita membuat program solidarity buying (solidaritas belanja) pada sesama jemaah dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang terdampak, seperti kerja sama dengan warung-warung makan disekitar kantor atau tempat tinggal terdekat untuk penyediaan makanan, pangan, pertanian, peternakan, dan sembako,” papar dia, kepada Sharianews.com.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pada kondisi seperti ini pasti ada tantangan yang dihadapi Lazismu. Pertama, tantangan di internal lembaga. Ada penyesuain pola kerja yang berbeda saat ini dengan adanya kebijakan work from home.

Lembaga pengelola zakat melakukan penyesuaian penyaluran, pengubahan strategi fundraising, peninjaun ulang target dan pembuatan Key Performance Indicator (KPI) baru masa pandemi virus corona untuk amil.

“Kedua, tantangan ekternal customer (mustahik dan muzaki). Untuk mustahik, dilakukan pemetaan ulang mustahik dan penambahan segmen jangkaun penerima manfaat terdampak Covid-19. Sementara, pendekatan baru untuk muzaki dari  konvensional ke digital,” pungkasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman