Jumat, 19 Juli 2019
17 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Haji umrah / Asosiasi Travel Umroh Menjawab Jemaah yang Suka Overstay
FOTO I Dok. muslimtravelgirl.com
"Kalau ada rekomendasi untuk permasalahan ini mungkin kita perlu membuat task force untuk melihat persoalan secara menyeluruh, kalau perlu kita pergi ke Saudi mempelajari apa yang mereka inginkan dengan kondisi ini," ucap Asrul.

Sharianews.com, Jakarta ~ Ketua Umum Kesatuan Tour Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Azis Taba menjelaskan, untuk mengatasi permasalahan jemaah umrah yang overstay diperlukan sebuah task force (satuan tugas).

"Kalau ada rekomendasi untuk permasalahan ini mungkin kita perlu membuat task force untuk melihat persoalan secara menyeluruh, kalau perlu kita pergi ke Saudi mempelajari apa yang mereka inginkan dengan kondisi ini," ucapnya di Jakarta, Senin (24/6).

Mengenai usulan pembuatan task force, Asrul menambahkan anggotanya bisa siapa saja, tetapi tentunya dari instansi terkait dan stakeholder yang ada. Pemerintah juga diharapkan dapat membuat surat keputusan (SK) untuk para personel dan tidak boleh berganti orang hingga selesai.

"Kita bikin dan tetap jangan berubah-ubah, karena kalau besok lain orang lagi berbeda persepsinya, kita tidak akan mendapatkan kesimpulan yang real dalam situasi yang kita hadapi," sambung Asrul.

Ia menuturkan untuk saat ini, orang berangkat ke Saudi tidak hanya menggunakan visa umrah, akan tetapi sudah bisa pula menggunakan visa pariwisata.

"Misalnya visa yang keluar sekarang itu baru berakhir 21 Juli, artinya visa tersebut bisa dipakai sampai 21 Juli, dan bisa stay disana satu bulan, kalau kita lihat kondisi itu sekarang, haji itu tanggal 10 Agustus, kalo saya berangkat 15 atau 20 juli saya bisa tinggal di Saudi sampai 15 Agustus dengan demikian haji sudah selesai, nah, orang-orang ini untuk melakukan untuk ibadah haji," jelas Asrul.

Dikatakan Asrul pada tanggal 20-an visa umrah sudah disetop oleh system. Namun, sekarang visa pariwisata hanya dalam waktu 15 menit apply langsung sudah jadi. Dirinya juga belum mengetahui akan seperti apa ke depannya.

Asrul juga menyayangkan, terkadang perwakilan negara-negara di mana sering menghadapi masalah, tidak memberikan dukungan terhadap pihak penyelenggara.

"Yang didukung orang-orang kita hanya perorangan, kalau kita yang bawa, kita disuruh selesaikan sendiri, ini juga persoalan yang harus diselesaikan, jadi banyak kaitannya dengan aturan yang ada," tutup Asrul. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo