Minggu, 28 November 2021
23 Rabi‘ at-akhir 1443 H
Home / Lifestyle / ASN yang Sudah Vaskin Diprioritaskan Bekerja dari Kantor
Foto dok. Pexels
Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di kantor akan diprioritaskan kepada mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sharianews.com, Jakarta - Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di kantor akan diprioritaskan kepada mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo menjelaskan aturan ini berlaku di dalam maupun luar Jawa dan Bali. Ketentuan itu tertuang di Surat Edaran Menteri PANRB No. 23 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN Selama PPKM pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

“25 persen WFO (Work From Office) diprioritaskan bagi pegawai yang telah divaksinasi (untuk pegawai ASN yang berada di sektor non-esensial di wilayah luar Jawa dan Bali dengan PPKM Level 4 dan 3),” ujarnya.

Bagi instansi di wilayah luar Jawa dan Bali yang berada di sektor non-esensial pada PPKM Level 2 dan 1, diberlakukan WFO 50 persen pegawai jika daerahnya berada di zona hijau dan kuning. Bagi instansi yang daerahnya berada di zona oranye dan merah, diberlakukan WFO 25 persen.

Untuk instansi pemerintah di sektor esensial pada PPKM Level 4 di luar wilayah Jawa dan Bali, WFO maksimal dilakukan oleh 50 persen pegawai. Jika berada di PPKM Level 3, WFO dapat dilakukan dengan maksimal 100 persen. Aturan WFO diprioritaskan bagi pegawai yang telah divaksinasi Covid-19.

Untuk instansi di sektor kritikal, WFO diberlakukan maksimal 100 persen. Sementara itu, pada instansi pemerintah non-esensial yang ada di wilayah Jawa dan Bali dengan PPKM Level 4, diberlakukan work from home (WFH) secara penuh.

Jika berada di Level 3, WFO dilakukan kepada 25 persen pegawai. Sedangkan jika berada di Level 2, WFO diberlakukan kepada 50 persen pegawai. Bagi instansi pemerintah di sektor esensial yang ada di PPKM Level 4 dan 3 dalam wilayah Jawa dan Bali, WFO dilakukan maksimal oleh 50 persen pegawai.

Sedangkan pada PPKM Level 2, WFO dilakukan maksimal oleh 75 persen pegawai. Perlu diperhatikan bahwa di sektor esensial dan non-esensial, pegawai yang WFO adalah yang telah divaksin COVID-19. Sementara bagi instansi pemerintah di sektor kritikal, diberlakukan WFO dengan maksimal 100 persen bagi setiap level PPKM yang dihadapi.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: