Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO | Dok. loop.co.id
Diperkirakan dana jamaah haji umrah asal Indonesia mencapai Rp 18 triliun per tahun.

Sharianews.com, Jakarta. Jumlah jamaah haji dan umrah ke tanah suci semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan antrean jadwal keberangkatan ibadah haji ke Tanah Suci semakin panjang.

Inilah yang kemudian  membuat ibadah umrah menjadi alternatif untuk memenuhi dahaga umat Islam untuk menunaikan ibadah ke tanah suci.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menargetkan sebanyak 30 juta jamaah haji dan umrah singgah di Tanah Suci pada 2030 mendatang. Khusus untuk jamaah umrah pemerintah Arab Saudi sudah menargetkan hingga empat juta orang per tahun.

Menurut, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Basuki Ahmad  mengatakan, jumlah jamaah umrah dari Indonesia setahun lalu bahkan telah mencapai lebih dari 805 ribu orang. Tahun ini dipastikan bertambah banyak, bisa mencapa satu juta orang jamaah.

Baluki mengatakan bila dirata-rata setiap jamaah umrah akan menghabiskan dana 1.800 dolar AS, maka jumlah keseluruhan dana yang dipakai mencapai angka fantasis, yakni mencapai jutaan dolar AS. Bahkan diperkirakan dana jamaah haji umrah asal Indonesia mencapai Rp 18 triliun per tahun.

Melihat besarnya pasar Indonesia untuk umrah, pelaku industri asuransi syariah mulai melirik jamaah berangkat  umrah ke Tanah Suci. Askrida Syariah, yang merupakan anak usaha PT Asuransi Bangun Askrida, pun mulai tertarik menggarap pasar jamaah umrah tanah air.

Askrida Syariah menggandeng para agen perjalanan umrah dan haji untuk memperbanyak cakupan jamaah yang dilindungi asuransi. "Asuransi Askrida Syariah melindungi dua puluh jenis perlindungan atas resiko yang dialami oleh jamaah selama melakukan ibadah ke Tanah Suci,"kata Direktur Utama Askrida Syariah, Abdul Mulki, Selasa (25/9).

Lebih lanjut Mulki menejelaskan, perlindungan yang diberikan Askrida Syariah, mencakup jaminan kecelakaan, meninggal dunia, perawatan medis, evakuasi medis, repatrasi jenazah, dan pendampingan anak.

Selain itu, Askrida Syariah juga menawarkan perlindungan jamaah dari pembatalan perjalanan, pembajakan pesawat, pengurangan perjalanan, perjalanan salah satu keluarga dekat, keterlambatan pemberangkatan, hingga tertinggal perjalanan.

Bahkan, keterlambatan atau kerusakan bagasi, kehilangan dokumen, biaya telepon darurat, pengiriman pesan penting, dan santunan biaya pemakaman juga dilindungi melalui asuransi Askrida Syariah.

Untuk saat ini, Askrida Syariah fokus menggandeng asosiasi penyelenggara travel umrah seperti AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI) dan HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji) untuk menggarap bisnis tersebut.

Selain memperluas pasar melalui agen perjalanan umrah, Askrida Syariah juga berencana menggarap pasar bank umum syariah melalui kerja sama dengan sejumlah bank syariah.

Sejumlah perbankan yang siap diajak kerja sama  antara lain Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Muamalat, Bank Syariah Bukopin, dan BTN Syariah.

Sebagai catatan, ASPHURINDO membawahi sekitar 500 travel yang saat ini aktif, dengan jumlah jamaah umrah pada akhir 2017 diperkirakan mencapai rata-rata 300 jamaah dari per travel. (*)

 

Reporter: Emha S. Asror Editor: Ahmad Kholil