Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H
Direktur utama Asetku Andrisyah Tauladan dan Direktur Public Relations Akulaku Anggi Ariningsih saat dipeluncuran Asetku (foto/dok) romy.sharianews.com
"Saat kita keliling ke beberapa kota seperti Surabaya, Medan, dan Makassar, ternyata banyak lender (pemberi pinjaman) yang menanyakan produk syariah. Karena pasar syariah luar biasa besarnya dan belum banyak pemain syariah, makanya kita mau main di situ," ungkap Andri.

Sharianews.com, Jakarta. PT Inovasi Digital Pintar (Asetku) berencana meluncurkan produk syariah demi merealisasikan target pendanaan hingga Rp500 miliar per bulan pada akhir kuartal II tahun 2019.

"Tahun ini, Asetku juga akan mengeluarkan Asetku Syariah. Kita optimistis tahun ini launching Asetku Syariah, semoga (terealisasi) di semester kedua," ujar Direktur Asetku Andrisyah Tauladan dalam konferensi pers di Jakarta Senin, (11/2).

Menurutnya, potensi pendanaan syariah di Indonesia cukup besar. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang kerap menanyakan produk syariah Asetku saat memberikan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap finansial teknologi.

"Saat kita keliling ke beberapa kota seperti Surabaya, Medan, dan Makassar, ternyata banyak lender (pemberi pinjaman) yang menanyakan produk syariah. Karena pasar syariah luar biasa besarnya dan belum banyak pemain syariah, makanya kita mau main di situ," ungkap Andri.

Saat ini, Asetku tengah berupaya untuk mewujudkan produk syariah. Pasalnya, mewujudkan produk pendanaan syariah memakan proses yang cukup panjang.

"Harus melalui Dewan Syariah Nasional, harus punya Dewan Pengawas Syariah (DPS), terus harus persetujuan akad di IKNB-OJK (Industri Keuangan Non Bank-Otoritas Jasa Keuangan). Terus kita harus ke Direktorat Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology OJK untuk mendapatkan izin fintech," sambung Andri.

Selain itu, Asetku juga tengah menimbang metode syariah yang nantinya akan digunakan. Namun demikian, Andri menyebut pihaknya sedang serius untuk menggunakan metode syariah dengan pendekatan mudarabah.

"Kita juga masih memilih-milih kontrak apa yang akan digunakan, akad apa yang akan kita gunakan untuk syariah ini, karena pilihannya begitu banyak dan risikonya juga berbeda-beda. Itu yang harus kita analisis dulu, termasuk konsultasi dulu ke DPS untuk di-approve," tutur dia.

Selain meluncurkan produk syariah, Asetku juga berencana mengeluarkan produk pemberi pinjaman khusus untuk institusi atau perusahaan. Selama ini, pendanaan yang berhasil dikumpulkan Asetku hanya berasal dari individu.

"Sekarang kan baru individu-individu, kita mau supaya perusahaan-perusahaan juga ikut berpartisipasi dalam hal ini. Makanya kita targetnya tinggi," jelas Andri. (*)

 

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo