Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Keuangan / Aset Mandiri Syariah Tembus Rp 100 Triliun
FOTO I Dok. www.bank-bri-bca-mandiri.info
Kinerja Mandiri Syariah membaik terlihat dari laba bersih yang dibukukan per triwulan II 2019 yang mencapai Rp551miliar.

Sharianews.com, Jakarta ~ Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membukukan aset per akhir Juni 2019 melebihi dari Rp100triliun. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi bank syariah di Indonesia. Pencapaian aset didorong kinerja bank yang semakin baik per triwulan II 2019.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni Eko Boy Subari mengatakan kinerja membaik terlihat dari laba bersih yang dibukukan Mandiri Syariah per triwulan II 2019 yang mencapai Rp551miliar, naik 111,08 persen dibandingkan Rp261miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba tersebut diperoleh dari naiknya pendapatan bank disamping peningkatan efisiensi dan penjagaan kualitas pembiayaan. Dalam dua tahun terakhir Mandiri Syariah fokus pada pengembangan digital banking terutama perluasan fitur layanan Mandiri Syariah Mobile.

“Kami mendesain aplikasi Mandiri Syariah Mobile bukan sekadar layanan perbankan tapi juga memenuhi kebutuhan ibadah umat Islam seperti waktu salat, lokasi masjid terdekat, arah kiblat serta fitur pembayaran zakat, sedekah dan wakaf,” jelas Tony, Kamis (8/8).

Perluasan fitur digital berdampak pada peningkatan pendapatan berbasis Fee Based Income (FBI) yang naik 26,20 persen semula Rp514miliar per triwulan II 2018 menjadi Rp649miliar triwulan II 2019.

Peningkatan FBI tersebut didorong meningkatnya transaksi e-channel termasuk melalui Mandiri Syariah Mobile. Mandiri Syariah terus meningkatkan fitur biller, payment, serta menjalin kolaborasi dengan e-commerce untuk memudahkan nasabah bertransaksi melalui Mandiri Syariah Mobile.

Per tiwulan II 2019 Mandiri Syariah berhasil mencapai total pendapatan bersih bank sebesar Rp3,25triliun naik dari Rp2,87triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun Pembiayaan yang tumbuh 14,58 persen menjadi penyebab meningkatnya pendapatan margin dan bagi hasil bank. Per Triwulan II 2018 Pembiayaan yang disalurkan Rp62,37triliun naik menjadi Rp71,47triliun  per Triwulan II 2019.

Pembiayaan segmen konsumer mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan angka kenaikan 26,12 year on year (yoy) menjadi Rp30,01triliun. Saat ini Mandiri Syariah tengah gencar mensosialisasikan produk pembiayaan kepemilikan rumah (Griya Berkah), mobil (Kendaraan Berkah), Cicil Emas, Gadai Emas dan juga pembiayaan untuk usaha, pegawai dan pensiun.

Pertumbuhan pembiayaan juga disertai perbaikan kualitas yang tercermin dari Non Performing Fincancing (NPF) Nett yang turun menjadi 1,21 persen dari semula 2,75 persen. Sementara, NPF Gross turun dari 3,97 persen menjadi 2,89 persen.

Lebih lanjut, Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho, mengungkap pertumbuhan aset Mandiri Syariah dipengaruhi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya Tabungan yang bisa secara konsisten tumbuh sebesar 14,45 persen secara yoy menjadi sebesar Rp36,33triliun.

Hal ini juga berdampak terhadap perbaikan komposisi Low Cost Fund menjadi 54,28 persen dibandingkan total DPK.

Naiknya pendapatan Margin Bagi Hasil, FBI, pengendalian biaya overhead serta perbaikan kualitas pembiayaan juga memberikan kontribusi pada peningkatan laba Perusahaan.

“Kami berterimakasih kepada stakeholders terutama nasabah atas kepercayaan dan loyalitasnya kepada Mandiri Syariah. Insyaallah, kami akan senantiasa berinovasi untuk memberikan kemudahan transaksi bagi semua kebutuhan nasabah” pungkas Toni. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo