Jumat, 22 Januari 2021
09 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Asbisindo : Sertifikasi Direksi dan Komisaris Untuk BPRS dan Masyarakat
FOTO | Dok. Syarianews.com
Diharapkan dengan pelatihan dan uji kompetensi, pengurus-pengurus BPRS itu dapat mengembangkan  kompetensinya, baik sebagai komisaris maupun sebagai direksi.

Diharapkan dengan pelatihan dan uji kompetensi, pengurus-pengurus BPRS  itu dapat mengembangkan  kompetensinya, baik sebagai komisaris maupun sebagai direksi.

Sharianews.com, Jakarta. Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menggelar acara sertifikasi dan uji kompetensi direksi dan komisaris Bank Pembiayaan  Rakyat Syariah (BPRS).

Kegiatan ini bertajuk, “Pelatihan Sertifikasi Profesi dan Uji Kompetensi Kualifikasi Komisaris dan Direktur BPR Syariah," bertempat di Fave Hotel Padjajaran, Bogor, Jumat (13/7/2018).

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusar (DPP) Asbisindo, Kompartemen BPRS, Syahril T.Alam menjelaskan  acara ini dilatarbelakangi oleh aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai direksi dan komisaris BPRS harus lulus atau memegang sertifikat kompetensi.

"Diharapkan dengan pelatihan dan uji kompetensi, pengurus-pengurus itu dapat mengembangkan  kompetensinya, baik sebagai komisaris maupun sebagai direksi. Sehingga diharapkan kinerja di masing-masing BPRS itu menjadi bagus dan bermanfaat untuk masyarakat," jelas Syahrul, di Bogor, Jumat (13/7/2018).

Lebih lanjut pria yang berprofesi sebagai Direktur Utama BPRS Patriot, ini mengatakan acara ini bukan saja untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga sebagai syarat administratif, legalitas. "Ibaratnya itu SIM-nya lah."

Syarat yang mengikuti sertifikasi ini adalah direktur atau komisaris yang sudah menjabat atau yang ingin mencalonkan diri menjadi direktur maupun komisaris.

Acara ini diikuti oleh 32 BPRS dari seluruh Indonesia. Tiap BPRS dapat mengirimkan lebih dari satu orang pengurusnya.

Setelah peserta mengikuti serangkaian pelatihan, selanjutnya mereka akan mengikuti ujian sertifikasi. Jika nanti saat ujian itu dinilai kompeten, nantinya akan mendapatkan  sertifikat sertifikasi, yang dikeluarkan oleh Bada Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Kalau semua kompeten dengan nilai minimal enam, berarti ia kompeten untuk menjadi direksi atau komisaris BPRS."

Pelatihan berlangsung selama sembilan hari. Dengan satu hari istirahat, dan tiga hari terakhir dilakukan ujian. "Peserta mendapatkan sembilan modul ujian".

Pelatihan ini, lanjut Syahril, sudah dilaksanakan sejak 2006 atau tepatny sejak Asbisindo pertama menyelenggarakan even ini. Terhitung hingga saat ini, BNSP telah menerbitkan 1001 sertifikat direksi dan komisaris BPRS, sejak peraturan OJK itu hadir.

Salah satu peserta sertifikasi Senior Marketing BPRS Amanah Insani, Roni Hasim mengatakan, mengikuti acara sertifikasi ini penting karena untuk menguji pengurus kompeten atau tidaknya.

"Kedepannya, setiap  direksi tentunya sudah menyiapkan regenerasi untuk direksi berikutnya," jelas Romi, di Bogor, Jumat (13/7/2018). *

 

Reporter : Aliansyah Nurrahman

Editor : Ahmad Kholil