Minggu, 22 Mei 2022
21 Shawwal 1443 H
Home / Keuangan / Asbisindo: Diproyeksikan Bank Syariah Tumbuh Double Digit di 2021
Foto dok. Pexels
Prospek perbankan syariah diproyeksikan tumbuh positif di 2021.

Sharianews.com, Jakarta - Prospek perbankan syariah diproyeksikan tumbuh positif di 2021. Bank syariah diprediksi akan tumbuh double digit.

Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Hery Gunardi menjelaskan bahwa berdasarkan data proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pertemuan tahunan jasa keuangan 2021 dan riset internal PT. Bank Syariah Indonesia (BSI), industri perbankan syariah akan tumbuh double digit.

“Secara nasional pertumbuhan ekonomi syariah tumbuh 2,4-3,7 persen. Dari sisi pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga diperkirakan tumbuh 13-18 persen, sedangkan dari sisi kualitas pembiayaan diproyeksi pada posisi 3-3,5 persen,” papar pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BSI ini, pada acara virtual belum lama ini.

Per Maret 2021 kinerja positif bank syariah ditunjukkan dengan posisi aset mencapai Rp605 triliun, pembiayaan tumbuh 6,52 persen dan penghimpunan dana pihak ketiga 11,58 persen. Dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan non performing financing sebesar 3,29 persen dan effisiensi Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) pada posisi 78,75 persen.

Meskipun tumbuh secara bertahap, ia optimis dengan jumlah populasi penduduk muslim Indonesia yang mencapai 229 Juta  menjadi kekuatan dan target penetrasi ekonomi syariah yang saat ini masih 6,41 persen dan lebih rendah dibanding negara di Asia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Beberapa langkah literasi terus digalakkan diantaranya menggaet serius ekosistem pesantren dan masjid di Indonesia yang mencapai 600 ribu masjid dan 26 ribu pesantren. Melalui pembiayaan pertashop di lingkungan pesantren, direksi mengajar, dan optimalisasi pemberdayaan ekonomi masjid dan zakat, infak, sedakah, dan wakaf, serta sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional untuk penghimpunan zakat.

Strategi BSI untuk menjadi leading bank syariah diantaranya dari sisi penguatan SDM yang mencapai lebih dari 15 ribu pegawai dengan mencetak bakat-bakat berkualitas yang sesuai kompetensi syariah. Melalui talent Officer Development Program IT dan Manajemen Risk, Skill Coaching dalam rangka IPO, dan Benchmark kompetensi dengan bank-bank syariah di UEA.

Dari sisi penguatan bisnis, BSI akan tetap berfokus pada core bisnis pembiayaan konsumer, penghimpunan dana murah, serta sinergi pembiayaan wholesale sindikasi infrastruktur dan proyek – proyek pemerintah dan BUMN. Dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan sesuai prinsip kehati-hatian dan GCG.

BSI optimis bahwa pandemi menjadi sebuah tantangan bagi perbankan syariah untuk berinovasi dan mencari peluang-peluang bisnis syariah yang baru. Sehingga keberadaan BSI setelah merger tentunya menjadi leading sharia bank yang merealisasikan potensi bisnis halal ekonomi di Indonesia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman