Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Lifestyle / Antisipasi Munculnya Efek Samping Akibat Vaksin, Ini yang Harus Dilakukan !
Foto dok. Nataliya Vaitkevich/Pexels
KIPI merupakan setiap kejadian medis yang tidak diinginkan. Hal ini biasanya terjadi setelah disuntikkan vaksin atau imunisasi dan belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin.

Sharianews.com, Jakarta - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac dan Biofarma menyusul diterbitkannya Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dengan begitu vaksin siap disuntikkan ke masyarakat.

Dalam petunjuk teknis (juknis) resmi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dijelaskan, nantinya proses penyuntikan vaksin Corona akan dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, klinik, rumah sakit, dan unit pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Masyarakat yang disuntik vaksin sebaiknya menunggu selama minimal 30 menit di fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi munculnya efek samping atau KIPI.

"Untuk mengantisipasi terjadinya kasus KIPI yang serius maka sasaran diminta untuk tetap tinggal di tempat pelayanan vaksinasi selama 30 menit sesudah vaksinasi dan petugas harus tetap berada di tempat pelayanan minimal 30 menit setelah sasaran terakhir divaksinasi," ujar Kemenkes.

KIPI merupakan setiap kejadian medis yang tidak diinginkan. Hal ini biasanya terjadi setelah disuntikkan vaksin atau imunisasi dan belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin.

Dalam Petunjuk Teknis vaksinasi Covid-19 disebutkan bahwa secara umum, vaksin tidak menimbulkan reaksi pada tubuh. Apabila terjadi, hanya menimbulkan reaksi ringan.

Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 hampir sama dengan vaksin yang lain. Beberapa gejala tersebut antara lain :

1. Reaksi lokal, seperti, nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

2. Reaksi sistemik seperti, demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala.

3. Reaksi lain, seperti reaksi alergi misalnya urtikaria, oedem, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan).

Dalam juknis itu, dijelaskan juga penanganan KIPI, untuk reaksi lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin Corona untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

Untuk reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

Rep. Aldiansyah Nurrahman