Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Keuangan / Antisipasi Kenaikan NPF Saat Corona, BRI Syariah Percepat Restrukturisasi
Foto Dok. BRI Syariah
BRI Syariah telah merestrukturisasi pembiayaan kepada 5.298 debitur yang terdampak Covid-19 atau setara dengan Rp1,6 triliun.

Sharianews.com, Terkait pandemi virus Corona (Covid-19) yang terjadi di Indonesia, PT Bank BRI Syariah Tbk (BRI Syariah) mengakui hal itu berdampak pada bank.

Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah Kokok Alun Akbar mengungkapkan BRI Syariah telah merestrukturisasi pembiayaan kepada 5.298 debitur yang terdampak Covid-19 atau setara dengan Rp1,6 triliun. Bila pendemi terus berlanjut hingga September-Desember 2020, jumlahnya kemungkinan bisa bertambah.

Untuk mengantisipasi kenaikan non performing financing (NPF) hingga akhir tahun, BRI Syariah akan mempercepat proses restrukturisasi pembiayaan bagi debitur yang terdampak Covid-19.

Alun mengungkapkan, perhatian BRI Syariah saat ini adalah menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau NPF. Adanya pandemi corona meningkatkan potensi kenaikan NPF BRI Syariah ke depan.

BRI Syariah menargetkan NPF sebesar 2,5 persen pada akhir tahun. Sepanjang kuartal I 2020 NPF BRI Syariah berada di angka 2,95 persen, jauh lebih baik dibanding kuartal I 2019 yang berada di level 4,34 persen.

"Memang ini kalau dilihat jumlah nasabahnya (restrukturisai) cukup banyak nasabah ritel, KUR (Kredit Usaha Rakyat), dan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang itu salah satu sektor yang diberikan relaksasi dari pemerintah," jelas Alun, Selasa (5/5).

BRI Syariah telah melakukan tiga jenis stressed test berdasarkan periodisasi berakhirnya wabah corona di Indonesia. Pertama, dampak pandemi corona ringan jika pandemi berakhir pada Juni 2020, sedang pada September 2020, dan berat pada Desember 2020.

Sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI Syariah memberikan kesempatan restrukturisasi pembiayaan kepada nasabah pembiayaan yang usahanya terdampak Covid-19 serta mengalami kesulitan pembayaran angsuran.

Restrukturisasi pembiayaan ini diperuntukkan nasabah mikro, kecil, menengah yang memenuhi persyaratan. Syaratnya antara lain kolektabilitas nasabah sebelum wabah Covid-19 termasuk lancar. Selain itu nasabah beritikad baik, bersikap kooperatif dengan mengisi form assessment, dan usahanya memiliki prospek baik.

“Kami mohon nasabah dapat kooperatif dengan memenuhi persyaratan yang diperlukan. Namun bagi nasabah yang tidak terdampak serta memiliki kemampuan untuk membayar agar tetap melakukan pembayaran angsuran sesuai dengan waktunya," kata Alun.

Rep. Aldiansyah Nurrahman