Sabtu, 28 November 2020
13 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Keuangan / Anomali Pasar Modal Syariah

Anomali Pasar Modal Syariah

Kamis, 19 November 2020 12:11
semua sektor dan indeks seluruh dunia tumbuh negatif.   

Sharianews.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 merambat ke lingkup pasar modal. Pada masa new normal ini, return investasi mengalami penurunan. Akibatnya berdampak negatif, semua sektor dan indeks seluruh dunia tumbuh negatif.   

Tetapi Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdullah mengungkapkan ada hal menarik terjadi di Indonesia. Dari sisi jumlah investor syariah, frekuensi yang dilakukan investor syariah volumenya justru meningkat.

Kejadian itu bisa dikatakan anomali. Meski kinerja return pasar syariah turun, namun kinerja investor syariah justru meningkat, bahkan jika melihat volume, disebut Irwan, frekuensi dan nilai transaksi lebih tinggi dibandingkan di kondisi normal periode yang sama di tahun kemarin.

Tidak hanya terjadi di saham syariah, Irwan menjelaskan sukuk ritel seri SR013 juga mengalami over subscribe mencapai lebih dari Rp5 triliun dengan mayoritas pembeli usia muda, reksa dana syariah pun mengalami peningkatan signifikan.

Jika dibandingkan dengan konvensional, nilai dana kelolaan reksa dana justru turun selama pandemi, tapi syariah menunjukan tren positif. Menurut Irwan, fenomena itu terjadi lantaran terjadi switching penggunaan uang.

“Kalau bahasa kerennya, tadinya untuk consumption, sekarang ada disposable income switching, jadi investasi. Jadi anak-anak muda itu, yang tadinya dikondisi normal sering nongkrong, ngopi-ngopi, banyak entertain, konsumsi-konsumsi yang sebenarnya bukan kebutuhan, sekarang karena tidak boleh kumpul, bioskop banyak yang tutup, gym tutup, jadi biaya konsumsi biaya-biaya yang bukan kewajiban itu menurun drastis,” paparnya.

Irwan menyatakan kemungkinan besar terjadi perpindahan untuk investasi transaksi usaha. Perlu diperhatikan juga bahwa 60 persen pasar saham syariah adalah anak muda.

Rep. Aldiansyah Nurrahman