Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Lifestyle / Anisa Rahma dan Anandito, Pasangan Halal yang Harmonis
FOTO I Dok. kanal247.com
Menurut Anisa, resep terpenting adalah tetap menjaga komunikasi, terlebih ketika ada masalah. Karena kekurangan dalam komunikasi dapat berakibat pada kesalahpahaman.

Sharianews.com, Jakarta ~ Dalam pernikahan tidak melulu soal kesenangan, melainkan terdapat lika-liku setiap perjalanannya, baik yang baru memulai maupun sudah lama usia pernikahannya. Hal tersebut disadari oleh kedua pasangan selebritas yang belum menginjak satu tahun usia pernikahan, Anisa Rahma dan Anandito. Pasangan ini dinilai sangat serasi oleh para warganet, dengan sosok Anandito yang merupakan penyanyi religi bersanding dengan Anisa, mantan penyanyi girl band yang telah berhijrah menjadi sosok yang lebih islami.

Saat ditemui tim sharianews, pasangan yang memulai pernikahan dengan jalur taaruf (perkenalan sebelum menikah dengan cara syariah) ini, menceritakan cara mereka menjaga keharmonisan rumah rumah tangga. Menurut Anisa, yang terpenting adalah tetap menjaga komunikasi, terlebih ketika ada masalah. Karena kekurangan dalam komunikasi dapat berakibat pada kesalahpahaman.

Selain itu, sangat penting dalam mempelajari sunah-sunah Rasulullah SAW, untuk menjalani rumah tangga yang baik dan penuh keharmonisan dengan pasangan seumur hidupnya. Bagaimana seorang suami bersikap kepada istri, begitupun sikap seorang istri kepada suami. Di mana hal tersebut sudah tertuang kitab Al-Qur'an dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

"Sebagai contoh, membuat panggilan kesayangan dari masing-masing kita.  Sehingga dengan kemesraan itulah yang akan menumbuhkan benih-benih cinta setiap harinya," ujar Anisa.

Lebih lanjut, mantan personel Cherry Bell ini mengatakan bahwa setiap apapun yang terjadi, milikilah tujuan untuk beribadah kepada Allah dan menyerahkan segala hal kepadaNya, sehingga kebahagian akan timbul setiap harinya.

Seiring dengan hal tersebut, Anandito , suami dari Anisa mengatakan, dalam pernikahan terdapat sabar dan syukur yang harus tetap ada. Bersabar dengan segala cobaan hingga akhirnya cobaan itu sendiri berubah menjadi sebuah pahala dan kedewasaan, serta bersyukur atas segala kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah. Sehingga rasa syukur inilah yang menurut Anandito, akan menambah kenikmatan lainnya yang lebih besar.

Proses Menjelang Pernikahan Anisa dan Anandito

Untuk memperoleh sebuah pernikahan impian dengan rida Allah, tentu harus dimulai dengan cara baik yang juga Allah ridai. Maka jemputlah jodoh melalui proses taaruf bukan pacaran.

"Saya ketika ada kecondongan pada Anisa tidak ada sedikitpun keinginan untuk modus atau kode-kode apalah itu. Takutnya itu hanyalah nafsu yang bukan sebenar-benarnya rasa karena petunjuk dari Allah. Dengan sendirinya ketika kita tahu cara menjaga diri, cara memuliakan calon pasangan maka cara yang tepat adalah dengan menjemputnya dengan mulia pula," ujar Anandito , penyanyi religi ini.

Kisah yang bermula dari perjalanan hijrah seorang Anisa, selama melanjutkan kuliah. Di sanalah ia mulai berpikir tentang semua pencapaiannya di dunia hiburan, tetapi dia mengaku tetap merasa hampa. Dia mulai menyadari dan memutuskan untuk berhijrah serta memulainya dengan mengenakan hijab, dan memperbaiki ibadah-ibadahnya. Anisa akhirnya bergabung dengan komunitas-komunitas yang dapat membawanya pada kebaikan dan konsisten di jalan hijrah.

Kabar baiknya , berita hijrah dari sosok Anisa justru menimbulkan tawaran pekerjaan kembali. Hingga dipertemukannya pada sebuah proyek bernama Singelillah bersama Kang Abay dan Anandito, yang saat ini sudah menjadi suaminya.

"Jadi dalam hijrah insya Allah, Allah akan memudahkan dan menunjukan jalan terbaik untuk kita," tutur Anisa Rahma.

Kemudian dua minggu selepas proyek tersebut, Anandito melalui perantara Kang Abay mengajukan biodata diri kepada keluarga Anisa untuk bertaaruf. Selama enam bulan proses taaruf berlangsung, tanpa sedikitpun berkhalwat (berduaan), akhirnya khitbah atau lamaran dilaksanakan, setelah itu adalah proses yang terakhir yaitu akad dan resepsi. (*)

Reporter: Fathia Editor: Achi Hartoyo