Rabu, 3 Maret 2021
20 Rajab 1442 H
Home / Lifestyle / Anies Baswedan: Pengelolaan Masjid Membutuhkan Perencanaan yang Matang
Foto dok. BNI Syariah
Saat ini peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah dan pusat pembelajaran agama saja

Sharianews.com, Jakarta - Saat ini peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah dan pusat pembelajaran agama saja, namun juga menjadi tempat kegiatan kemasyarakatan, ekonomi sosial dan budaya.

Oleh karena itu, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pengelolaan masjid membutuhkan perencanaan yang matang dan kemampuan untuk melihat peluang dan risiko serta kelemahan dan kelebihan.

“Masjid bukan saja sekedar bangunan fisik, tetapi juga konsep kegiatan dan pengelolaan berbagai macam aktivitas yang ada di dalamnya. Dengan manajemen yang matang, masjid bisa menjadi pusat pendorong kemajuan dan perubahan masyarakat,” jelasnya, dalam Pelatihan Manajemen Masjid yang dilakukan secara virtual, Minggu (04/10).

Dalam kesempatan yang sama Penulis Buku Problematika Masjid, Agus Mubarok menyampaikan ada beberapa poin dalam menerapkan manajemen masjid di era pandemi dan new normal.

Poin-poin iti diantaranya pemetaan kebutuhan jamaah masjid; perencanaan, pelaksanaan dan penyesuaikan program.

Sementara itu, Direktur Fundraising DT Peduli Muhammad Ihsan mengatakan masjid dapat lebih optimal dalam melayani jamaah jika dana masjid dikelola secara profesional. Hal ini dapat dilihat dengan hadirnya lembaga masjid yang berfungsi sebagai penghimpun dan pengelola dana zakat, infak, wakaf, dan sedekah (Ziswaf)

“Pada tahun 2018, Baznas (Badan Amil Zakat Nasiona) mencatat bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar yaitu mencapai Rp274 triliun,” kata Ihsan.

Dana Ziswaf yang dikelola secara profesional dan akuntabel bisa meningkatkan kepercayaan jamaah kepada masjid yang berdampak pada keterlibatan masyarakat terhadap aktifitas masjid yang semakin besar.

Rep. Aldiansyah Nurrahman