Minggu, 1 November 2020
16 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Lifestyle / Alumni UIN dan IAIN Harus Bisa Baca Al-Qur’an
Foto dok. Pexels
salah satu rukun (unsur) dari UIN adalah harus mengembangkan Ma’had al-Jamiah.

Sharianews.com, Pekalongan - Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) diminta harus bisa membaca Al-Qur’an. Ke depan tidak boleh ada alumni Universitas Islam Negeri UIN dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang tidak bisa membaca Al-Quran.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno menegaskan semua mahasiswa disegala prodi, termasuk prodi matematika dan sains tetap harus bisa membaca membaca Al-Qur’an.

Alumni UIN dan IAIN harus mengerti agama dan juga terampil dan cakap keberagamannya. Karena itu, salah satu rukun (unsur) dari UIN adalah harus mengembangkan Ma’had al-Jamiah. Pesantren UIN itu menjadi tempat para mahasiswa untuk belajar dan mendalami  ilmu-ilmu keislaman (tafaqquh fiddin).

“Bagi mahasiswa jurusan Islamic Studies, target dari Ma’had adalah tafaqquh fiddin, sementara bagi mahasiswa jurusan non keagamaan, targetnya mengenal agama dengan baik atau ta’aruf fiddin,” jelasnya, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar IAIN Pekalongan di kampus baru Kajen, Sabtu (10/10).

Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir terus meningkatkan kualitas sarana prasarana PTKIN. Suyitno meminta agar pembangunan sarana dan prasarana tersebut dibarengi dengan penguatan program integrasi ilmu pengetahuan. Bangunan fisik yang nyaman dan didukung dengan suasana yang harmonis harus menjadi modal sosial mengembangkan PTKIN, khususnya IAIN Pekalongan.

“Kalau IAIN Pekalongan bercita-cita menjadi UIN, maka jangan hanya jadi UIN yang biasa-biasa saja. Secara historis integrasi ilmu bercita-cita ingin mengembalikan kejayaan Islam pada abad pertengahan (masa Abbasiyah) yang telah melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang sekaligus ulama,” sambungnya.

Di hadapan civitas akademika IAIN Pekalongan, Mantan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ini menggariswabawi pentingnya bekerjasama secara collectif collegial dalam mewujudkan cita-cita.

Rektor IAIN Pekalongan Ade Rohayana menyampaikan terimakasih atas amanah pembangunan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang sudah berlangsung sejak 2017. “Alhamdulillah pembangunan SBSN dapat dijalankan dengan baik, tidak ada yang mengalami Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP),” terang Ade.

Ade menandaskan IAIN Pekalongan ke depan mulai beranjak ke kualitas akademik, mutu dosen dan hasil-hasil penelitian. “Kami optimis karena didukung oleh para pejabat kampus dan dosen-dosen yang masih muda-muda, insyaallah akan lebih baik,” katanya.

Wakil Rektor II Zainal Mustaqim mengatakan, ke depan IAIN Pekalongan akan membangun student center, auditorium dengan kapasitas 4-5 ribu orang dan pembangunan kantor Ormawa.

Kegiatan FGD dilanjutkan dengan pennjauan pembangunan SBSN tahun anggaran 2020. Ikut mendampingi Direktur Diktis, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori, Wakil Rektor III Muslih, para Dekan dan Wakil Dekan serta pejabat admisnitrasi lainnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman