Rabu, 1 April 2020
08 Sha‘ban 1441 H
Home / Ziswaf / Aliansi Filantropi Nyatakan Komitmen Eliminasi Tuberkulosis 2030
Dompet Dhuafa beserta 16 lembaga zakat dan filantrofi bersepakat membentuk aliansi filantrofi TB Indonesia.

Sharianews.com, Jakarta ~ Merebaknya wabah Corona Virus Disease (COVID-19) tengah menjadi isu dunia. Kewaspadaan terhadap isu ini tidak lantas meninggalkan kepedulian untuk membuat gerakan bersama menuju eliminasi TBC (Tuberkulosis) 2030.

Aliansi filantropi yang digagas Dompet Dhuafa beserta 16 lembaga zakat dan filantrofi bersepakat membentuk aliansi filantrofi TB Indonesia yang bertempat di Kantor Forum Zakat, Jakarta. Kamis (13/2).

General Manajer Kesehatan Dompet Dhuafa, Yenny Purnamasari menyatakan, dukungan lintas sektor diperlukan dalam upaya eliminasi TB di Indonesia.

“Peran lembaga zakat dan filantrofi yang fokus pada upaya pengentasan kemiskinan, diharap selaras untuk dapat mengisi kesenjangan yang dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan pengobatan, seperti dukungan nutrisi, akses transportasi, sanitasi dan rumah sehat sampai pada pemberdayaan ekonomi untuk pasien yang sudah sembuh,” tuturnya.

Program kerja akan mengisi kesenjangan dukungan yang belum optimal dalam edukasi dan sosialisasi penyakit ini di masyarakat, meningkatkan temuan kasus, pendampingan pasien TB sampai selesai pengobatan, dukungan nutrisi, psikososial dan pendidikan fungsional serta pemberdayaan ekonomi pasien yang sudah sembuh.

Program ini akan disinergikan dengan para pemangku kepentingan di pemerintah, kader komunitas, anak muda peduli TB, tokoh agama dan masyarakat, serta seluruh pihak terkait.

Rapat kerja aliansi ini merupakan tindak lanjut dari diskusi dan silaturahmi lembaga zakat dan filantrofi bulan Desember 2019 yang dihadiri Kementerian Kesehatan RI, Ketua Umum Foz, Organisasi Pasien TB, dan perwakilan CSO TB, lembaga zakat dan filantrofi di Indonesia.

Aliansi strategis ini diharapkan akan menguatkan peran lembaga zakat dan filantrofi dalam mengisi kesenjangan dukungan pasien TBC untuk menunjang keberhasilan pengobatan, perbaikan sosial ekonomi yang dapat berperan dalam memutus mata rantai penularan dan pengentasan kemiskinan bagi pasien dan keluarga terdampak.

Keterkaitan penyakit TB dengan kemiskinan itulah yang menjadikan Dompet Dhuafa menaruh kepedulian lebih terhadap penyakit tersebut. Selain itu, TB adalah penyakit yang mudah menular, sedangkan para penyintasnya kerap tinggal di kawasan padat nan kumuh. Hal tersebut berpotensi bakteri TB menular ke lainnya, terlebih TB tidak dapat seketika disembuhkan. (*)

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo