Minggu, 25 Oktober 2020
09 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Ziswaf / Aksi Peduli Dampak Corona, Bentuk Konkret Dompet Dhuafa dalam Aspek Kehidupan
Pertumbuhan tingkat kemiskinan menjadi 10,63 persen

Sharianews.com, Malang - Meningkat angka pasien positif Covid-19 terus bertambah. Dampak yang dirasakan masyarakat juga semakin terasa berat. Wabah Covid-19 menyebabkan gelombang Pemutusan Hak Kerja (PHK) naik signifikan.

Covid-19 membawa dampak multi lintas pada seluruh aspek kehidupan umat manusia tanpa memandang status gender, usia, kewarganegaraan, kebangsaan, keyakinan dan ideologi.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan akan terjadi pertumbuhan tingkat kemiskinan menjadi 10,63 persen akibat pandemi Covid-19. Dengan demikian, total penduduk miskin diproyeksi bakal meningkat dari 24,79 juta orang menjadi 28,7 juta orang.

Jawa Timur sebagai salah satu daerah tinggi penderita Covid-19 membutuhkan bantuan serta dukungan dari masyarakat dan semua pemangku kebijakan agar menghasilkan solusi yang holistik, terintegrasi, dan komprehensif.

Sebagai wujud konkret dalam meringankan beban masyarakat terdampak, Dompet Dhuafa Jawa Timur mengajak masyarakat untuk ikut dalam gerakan Aksi Peduli Dampak Corona (APDC). Aksi Peduli Dampak Corona diinisiasi oleh wartawan  senior sekaligus Ketua Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi. Program ini juga merupakan bukti nyata pengamalan pancasila untuk cinta sesame.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur Kholid Abdillah mengatakan gerakan Aksi Peduli Dampak Corona diharapkan menjadi program multiguna.

“Mustahik dilibatkan untuk produktif, bisa memiliki ketahanan pangan skala keluarga, bantuan usaha mikro untuk masyarakat kurang mampu secara perorangan sehingga masyarakat kurang mampu bukan hanya menerima melainkan ikut produktif bekerja sebelum menikmati hasilnya,” ujar Kholid.

Untuk tahap awal, akan digulirkan program perikanan nila, domba atau kambing, perkebunan, bantuan modal UMKM dan bantuan pangan untuk kelompok rentan atau disabilitas di kawasan Bumi Maringi Peni (BMP) Pujon, kab. Malang.Adapun program-program yang akan digulirkan fokus pada ketahanan pangan dan ekonomi dengan konsep padat karya multiguna.

"Saya dulu bekerja menjaga villa, semenjak pandemi saya dirumahkan. Saya buka warung kelontong. Bantuan ini seperti hujan yang turun di musim kemarau, sangat saya tunggu. Terima kasih semua donatur Dompet Dhuafa."ucap Nurul, salah seorang penerima manfaat.

Dompet Dhuafa bersama mitra-relawan, donatur dan cabang kantor di seluruh Indonesia, terdorong untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung maupun tidak langsung akibat wabah tersebut. Tentu saja, APDC Butuh banyak pihak yang terlibat agar banyak donasi terkumpul, sehingga banyak masyarakat kurang mampu yang bisa terlibat dalam program ini.

Rep. Aldiansyah Nurrahman