Minggu, 17 Oktober 2021
11 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Keuangan / Akselerasi UMKM Industri Halal, KNEKS Sinergikan 13 Lembaga/Perusahaan dalam 28 Bentuk Sinergi
KNEKS memfasilitasi sinergi beberapa pemangku kepentingan untuk menciptakan suatu eksosistem pengembangan UMKM industrti halal

Sharianews.com, Jakarta - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memfasilitasi sinergi beberapa pemangku kepentingan untuk menciptakan suatu eksosistem pengembangan UMKM industrti halal yang baik melalui program Sinergi Akselerasi UMKM Industri Halal.

Melalui progam itu, KNEKS di tahap pertama ini telah memfaslitasi 13 Lembaga/Perusahaan untuk saling bersinergi satu sama lain dalam 28 Bentuk Sinergi yang akan diimplementasikan secara bertahap oleh para pihak terkait.

Sinergi para pemangku kepentingan tersebut diwujudkan dalam 28 aspek yang antara lain meliputi pelatihan dan literasi halal untuk pelaku UMKM Industri Halal, kerja sama layanan digital banking syariah, pelatihan tenaga pendamping proses produk halal (PPH), fasilitasi transaksi ekspor, serta aktivitas lainnya yang berdampak signifikan pada pengembangan industri halal Indonesia.

Salah satu poin kerjasama tersebut adalah penggunaan 8 Modul Dasar Pembinaan UMKM industri halal yang diluncurkan pada kesempatan ini. Seluruh aspek kerjasama tersebut tertuang dalam memorandum of understanding yang ditandatangani oleh pimpinan kementerian/lembaga serta pelaku usaha yang terlibat dalam pilot project Sentra UMKM industri halal.

Direktur Eksekutif Manajemen Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo mengatakan program ini akan menjadi gerakan nyata inisiatif-inisiatif kelembagaan, kementerian dan pelaku usaha dalam penguatan UMKMdan bisnis di Indonesia dibidang industri halal yang berbasis digital.

“Program ini bertujuan agar seluruh inisiatif yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemangku kepentingan terkait pengembangan UMKM industri halal dapat dikoorodinasikan dengan lebih kuat dan dapat berjalan dengan efektif dan efisien,” ujarnya, dalam acara Kick-off Sinergi Akselerasi Pengembangan UMKM Industri Halal, Rabu (25/8).

Gerakan ini dilatarabelakangi pertnyataan Presiden Joko Widodo bahwa peningkatan kelas UMKM menjadi agenda utama. Berbagai kemudahan pun telah disiapkan untuk menumbuhakn UMKM. Termasuk kemitraan strategis dengan pengusaha besar agar bisa masuk ke dalam rantai pasok global.

Hal itu tidak mengherankan mengingat data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukan bahwa UMKM berkontribusi lebih dari 61 persen terhadap PDB, menyerap 97 persen total tenaga kerja, menyerap lebih dari 60 persen dana invsestasi. Artinya, ini menandakan bahwa pengembangan UMKM di Indonesia merupakan hal yg penting.

“Ekonomi kita sebagian besar ditopang oleh para pelaku UMKM. Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak pihak telah melakukan inisiatif untuk mendukung pelaku UMKM,” imbuh Ventje.

Dukungan tersebut, lanjut Ventje, datang dari pemerintah, swasta, maupun pelaku usaha lainnya. Walaupun demikian dukungan-dukungan ini masih dilakuakn secara masing-masing dan belum secara kuat terkoordinir dalam satu ekosistem. Karena itu lah, KNEKS mensinergikannya agar terkoordinir dengan baik.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa program Sinergi Akselerasi UMKM Industri Halal merupakan gerakan nyata yang akan mengorkestrasi inisiatif penguatan UMKM Industri Halal di Indonesia, sehingga implementasi bentuk sinergi berjalan dengan efisien dan efektif.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: