Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Ekbis / Akselerasi Produk Halal, BI Malang Fasilitasi UMKM dan Pesantren
Salah satu kegiatannya adalah memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada 21 UMKM

Sharianews.com, Malang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang memfasilitasi pelaku UMKM dan pesantren untuk mempercepat akselerasi produk halal di wilayah kerja kantor tersebut. Implementasi dari fasilitasi tersebut berbentuk sosialisasi, focus group discussion (FGD), pelatihan, maupun workshop.

“Salah satu kegiatannya adalah memberikan fasilitasi dan pendampingan kepada 21 UMKM dalam rangka memperoleh sertifikasi halal,” kata Kepala Perwakilan BI Malang Azka Subhan Aminurridho, dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Lebih rinci, kegiatan yang bekerja sama dengan Insan Cita Agro Madani (ICAM) Indonesia ini melakukan pendampingan terhadap 35 produk dari 21 UMKM, yang terdiri atas makanan olahan sebanyak 28 produk dari 14 UMKM, serta beras organik dan kopi masing-masing satu produk dari tujuh UMKM.

Selanjutnya, dari 21 UMKM yang ikut dalam pendampingan sertifikat halal tersebut dipilih lima UMKM terbaik yang difasilitasi sampai dengan pengurusan sertifikat halal.

Pendampingan infrastruktur industri halal pada masa pandemi dan masa transisi menuju kenormalan baru ini dilakukan melalui kunjungan dan pendampingan kepada UMKM dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan.

Jangka waktu pendampingan dan penyeliaan dilakukan selama tiga bulan sampai dengan UMKM tersebut memperoleh sertifikat halal yaitu mulai Agustus sampai dengan Oktober 2020. Lima UMKM yang telah memperoleh sertifikat halal yaitu KWT Gemah Ripah, UD. Riang, Koperasi Produsen Andamel Mulyo Abadi, UD Enarose, KWT Harapan Sejahtera.

Pendampingan ini, kata Azka, dilakukan selain untuk membantu pemerintah dalam mendukung sertifikasi produk halal di Indonesia terutama di wilayah kerja kantor Perwakilan BI Malang, diharapkan juga mampu mendorong peningkatan perekonomian daerah, pengembangan ekonomi syariah serta mendukung program Malang Halal City.

Selain itu tingkat kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk halal yang semakin meningkat menyebabkan UMKM harus memiliki produk yang bersertifikasi halal agar dapat memberi nilai tambah untuk dapat meningkatkan omset penjualan produk UMKM.

Ketua Umum ICAM Edi Purwanto menyampaikan, dengan diberlakukannya UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka semua produk yang diperdagangkan wajib untuk memiliki sertifikat halal.

Salah satu UMKM yang memperoleh fasilitasi sertifikat halal, yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Gemah Ripah dengan produknya berupa makanan olahan berbahan dasar komoditas hortikultura seperti, bawang merah, bawang putih dan kentang.

Azka berpendapat adanya pendampingan yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang bekerja sama dengan ICAM memberikan manfaat kepada UMKM untuk dapat memperluas jaringan pemasaran terutama pemasaran kepada toko-toko suvenir besar dan pemasaran luring lainnya serta pemasaran yang dilakukan secara daring melalui marketplace.

Ke depannya Bank Indonesia Malang akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya guna mendukung peningkatan industri halal di Indonesia melalui berbagai program khususnya pendampingan sertifikasi halal UMKM di wilayah Malang Raya sehingga pada akhirnya mampu mendorong tumbuhnya ekonomi syariah di Indonesia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman