Kamis, 17 Oktober 2019
18 Ṣafar 1441 H
Home / Keuangan / Akbar Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum KA-FoSSEI
FOTO I Dok. barrupos.com
Sehari sebelumnya, rangkaian acara Munas diisi dengan Seminar Nasional Ekonomi Syariah, bekerja sama dengan Universitas Gunadarma.

Sharianews.com, Jakarta ~ Korps Alumni Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (KA-FoSSEI) menyelenggarakan rangkaian acara Munsyawarah Nasional (Munas) VII, di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/9).

Sehari sebelumnya, rangkaian acara Munas diisi dengan Seminar Nasional Ekonomi Syariah, bekerja sama dengan Universitas Gunadarma. Pada perhelatan puncak, yaitu pemilihan tim formatur, Akhmad Akbar Susamto kembali mendapatkan suara terbanyak dan ditetapkan sebagai ketua umum MPP KA-FoSSEI periode 2019-20121.

Akbar, sebelumnya merupakan incumbent ketua umum MPP KA-FoSSEI. Ia menyatakan kembali maju dalam Munas VII. Atas prestasi dan dedikasi yang ia torehkan selama memimpin membuatnya terpilih kembali menahkodai organisasi ekonomi syariah terbesar di Indonesia ini.

Beberapa nama yang ditetapkan sebagai Tim Formatur  yang akan memimpin MPP KA-FoSSEI periode 2019-2021 adalah Akhmad Akbar Susamto (ketua formatur), Mega Oktaviany, M. Rizky Rizaldi, Herlas Juniar, Siddiq Haryono, Iman Ni'matullah, Iman Aryadi, Hendro Wibowo, M Iqbal, Hafid Koesmahendra, dan Djihadul Mubarok.

Panitia pelaksana Munas, Muhammad Rizky Rizaldy, dalam sambutannya  menyampaikan, kehadiran peserta Munas ini tidak sekadar mendengarkan materi belaka. “Namun sebuah perwujudan perjuangan setiap kader sebagai homo islamicus yang dicerminkan oleh tiga nilai FoSSEI, yaitu Ukhuwah, Dakwah, dan Ilmiah,” kata Muhammad Rizky, Senin (30/9).

Puncak pelaksanaan Munas yang bertemakan "Meneguhkan Peran Generasi Baru Ekonomi Islam: Dari KA-FoSSEI untuk Bangsa" diisi tausiyah tokoh oleh Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI Pusat. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa setiap alumni FoSSEI tidak cukup hanya menguasai ilmunya, tetapi juga harus memiliki strategi untuk menguasai dunia ekonomi dan bisnis secara riil.

Menurutnya, penguasaan terhadap ilmu dan ekonomi secara materil harus pula didukung dengan hijrah mental setiap individu. Sebab mental sebagai pekerja tidaklah cukup, tetapi harus diubah menjadi mental pebisnis dan mental investor.

“Dengan bekal penguasaan ilmu dan materi, didukung oleh mental seperti disebutkan itu setiap individu dapat memiliki kemampuan yang cukup untuk memperbaiki struktur pemerintahan bahkan dunia,” Anwar.

Anwar menekankan, perjuangan KA-FoSSEI dan FoSSEI bukan sekadar menyadarkan tentang pentingnya mengembalikan napas ekonomi ke dalam nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah, tetapi juga bertugas mengubah tata kelola ekonomi bangsa dan dunia dengan tata kelola sebagaimana yang diatur dalam Islam.

“Hal itu bukan soal agama, tetapi memang hanya ekonomi Islam yang dapat menyelamatkan dunia dan memberi kesejahteraan yang hakiki,” tegas Anwar. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: