Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Ekbis / Akan Ada Pesantren Pertama di Amerika yang Dibangun Orang Indonesia
Imam Shamsi Ali saat memberikan paparan di acara buka puasa bersama dan galang dana di hotel Grand Sahid Jaya. (foto/dok)romy
Pesantren yang akan dibangun Shamsi Ali diberi nama Pesantren Madani Nusantara.

Sharianews.com, Jakarta ~ Imam masjid di New York, Shamsi Ali akan membangun pondok pesantren di Amerika Serikat untuk mengenalkan salah satu sistem pendidikan Islam di Indonesia.

Pesantren yang akan dibangun Shamsi Ali diberi nama Pesantren Madani Nusantara. Pesantren tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 7,5 hektar di Kota Moodus, negara bagian Connecticut, Amerika Serikat. Shamsi Ali menilai pesantren sebagai salah satu ciri khas sistem pendidikan Islam di Indonesia.

"Rencananya pesantren pertama di Amerika, karena memang belum ada pesantren di sana, rencana ini merupakan rencana lama saya untuk merespon kesalahpahaman tentang Islam, bahwa Islam itu anti modernitas, anti barat, seolah-olah Islam itu sangat membahayakan kemajuan, nah, saya ingin menampilkan Islam indonesia ini, dan saya rasa Islam Indonesia itu ada di pesantren," ucap Shamsi Ali kepada wartawan di sela acara buka bersama dan galang dana, di Jakarta, Jumat (24/5).

Dititurkan Shamsi Ali, Pesantren itu adalah sistem pendidikan yang mengkombinasikan dunia akhirat, di mana kita belajar bahasa Arab, kita juga belajar bahasa Inggris, dan ketika kita belajar matematika, di sisi lain kita juga belajar ilmu fikih.

"Itu merupakan sistem pendidikan yang komprehensif, saya kira ini adalah jawaban langsung terhadap kesalahpahaman Islam itu agama terbelakang, agama kemiskinan," imbuh Shamsi.

Lebih lanjut dikatakan, pendirian pesantren ini merupakan jawaban nyata terhadap stigma-stigma Islam yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, tidak menghormati HAM, dan tidak menghormati wanita.

Saat disinggung mengenai dananya untuk membuat pesantren tersebut, Imam Shamsi mengatakan, saat ini pihaknya sedang berjuang melakukan fundraising. Menurut Imam Shamsi, dirinya mempunyai juga konenksi ke beberapa negara Timur Tengah yang notabene negara kaya raya, tapi dirinya sengaja tidak meminta kepada negara tersebut.

"Saya tidak melakukan galang dana ke Timur Tengah karena saya ingin pesantren ini diakui bahwa ini kontribusi Indonesia, lho, jangan ada proyek Islam kok Saudi yang tampil, Quwait, Qatar, ya kapan Indonesia, Indonesia kan negara Muslim terbesar. Jangan sampai kota ini besar tapi kok tidak punya isi," tegasnya.

Dirinya berharap Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar punya kontribusi nyata di dunia internasional khususnya di bidang dakwah.

Proyek pesantren ini sudah dimulai dan juga sudah digunakan, tetapi belum bisa disebut pesantren, karena menurut Imam Shamsi untuk membuka pesantren ada beberapa hal yang harus dibangun.

"Ada beberapa fasilitas yang kita ingin bangun, masjid, asramanya, sekolahnya, itu sedang dalam proses, mudah-mudahan 2-3 tahun mendatang, makanya kami selalu kembali ke Indonesia untuk menyosialisasikan itu membuka mata dan mengingatkan kepada bangsa negara kita bahwa ini adalah proyek kesempatan," ujar Imam Shamsi.

Amerika pun sebagai negara yang sangat liberal pun saat ditanyakan kepada Imam Shamsi sangat welcome.

"Amerika itu negara yang sangat menghormati hukum dan hukum amerika itu memberikan kami kebebasan beragama kepada semua orang, dan salah satu bentuk beragama itu ya pendidikan Islam, semua orang perlu pendidikan agamanya. Maka mendirikan pesantren ini bagian dari praktik agamanya yang dijamin oleh konsitusi Amerika," tutup Imam Shamsi Ali. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo