Selasa, 18 Juni 2019
15 Shawwal 1440 H
Home / Global / Akademisi Ciptakan Alquran Digital untuk Tunanetra
Gangguan penglihatan menghadapi banyak tantangan dalam kehidupan termasuk ketika menyangkut praktik keagamaan seperti membaca Alquran.

Sharianews.com, Arab Saudi ~ Mata merupakan salah satu anugerah yang tidak terbatas yang dimiliki manusia. Namun, apabila penglihatan kita sudah ada gangguan (buta) apalah daya, kita tidak bisa melihat indahnya dunia yang diciptakan Allah Swt.

Gangguan penglihatan menghadapi banyak tantangan dalam kehidupan termasuk ketika menyangkut praktik keagamaan seperti membaca Alquran.

Dengan bantuan teknologi, sang penemu Meshal Al-Harasini menciptakan sebuah mushaf digital yang secara visual dapat memudahkan pembacaan Alquran.

Pria yang baru berusia 30 tahun ini memang dari kecilnya gemar membuat pelbagai macam alat-alat kreatif. Saat ini, dirinya menjadi penasihat di Universitas King Abdul Aziz, dan bertanggung jawab atas lebih dari 50 penemuan di berbagai bidang kemanusiaan dan sosial.

"Ini adalah papan elektronik dengan 28 karakter dan masing-masing karakter memiliki enam huruf Braille, dan halaman papan berisi 28 baris," kata Al-Harasini dilansir dari Arab News, Rabu (12/6).

"Tunanetra dapat membaca Alquran dengan mudah dan menavigasi melalui halaman per halaman dengan mudah karena seluruh Alquran terdaftar di papan tulis," imbuhnya.

Al-Harasini juga menjelaskan bagaimana mushaf digital akan memudahkan proses membaca Alquran untuk tunanetra dibandingkan dengan versi normal Alquran dalam huruf Braille.

"Para tunanetra membaca Alquran dalam huruf Braille dengan enam jilid besar yang tidak akan menyulitkan bagi mereka untuk mencapai halaman, petikan ataupun surah," imbuhnya lagi.

Al-Harasini terinspirasi untuk menciptakan musaf digital ketika ia mengunjungi kompleks Percetakan Alquran King Fahd di Madinah untuk berpartisipasi dalam seminar pengajaran Alquran bagi mereka dengan kebutuhan khusus.

"Saya meneliti tentang bacaan Alquran bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus, terutama untuk tunanetra. Dan dari sana, gagasan untuk menciptakan sebuah mushaf digital untuk tunanetra akhirnya bisa terlaksana," kenang Al-Harasini.

Penemuannya masih sedang terus dikembangkan dan diharapkan akan diluncurkan dalam tahun depan.

"Sampai saat ini, papan elektronik ini berisi 28 karakter dan 28 baris untuk menyerap jumlah karakter yang sama dengan halaman kertas Alquran dalam huruf Braille, idenya sekarang dalam tahap pengembangan. Tim saya dan saya bekerja untuk mengejar target sesegera mungkin," ujar Al-Harasini

Al- Harasani menjelaskan bahwa bagian dari tim ada juga yang bekerja dengan gangguan penglihatan.

"Saya bekerja dengan sekelompok orang yang dibedakan, termasuk orang yang tunanetra, dan inilah yang mendorong saya untuk bekerja lebih keras, ketika saya melihat rasa takjub dan kebahagiaan di wajah mereka ketika bisa menuntaskan pekerjaan ini," ujarnya.

Sebelumnya, Al-Harasini juga membuat penemuan untuk tuna netra lainnya, termasuk ponsel untuk tunanetra, mata uang untuk tunanetra dan kursi penumpang untuk mengakomodasi mereka dengan kebutuhan khusus onboard pesawat. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo