Minggu, 28 November 2021
23 Rabi‘ at-akhir 1443 H
Home / Keuangan / Akad Musyaraqah Mutanaqisah Solusi Pembiayaan KPR Syariah
-
Lewat akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) musyarakat bisa memilikan aset (barang) atau modal dengan cara pembelian secara bertahap kepada bank syariah.

Lewat akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) masyarakat bisa memilikan asset (barang) atau modal dengan cara pembelian secara bertahap kepada bank syariah.

Sharianews.com, Jakarta. Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Herbudi S. Tomo mengatakan akad musyaraqah mutanaqisah (MMQ)  saat ini digunakan bank-bank syariah untuk produk KPR syariah.

“Jadi nasabah membayar uang mukanya 20 persen, 80 persennya dari bank, akadnya diikat dengan musyarakah mutanaqisah. Skema ini, pembiayaan bersama antara nasabah dengan menyatakan uang 20 persen, nasabah punya share disitu. Pihak bank juga punya share disitu dengan 80 persennya, jadi rumah itu sudah milik bersama,” jelas Tomo, di Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Dalam pelunasannya, pria yang sudah bergelut selama 25 tahun di dunia perbankan ini menjelaskan, agar dapat lunas harus “diberikan bisnis” atau disewakan.

“Misalnya, kebetulan si nasabah membutuhkan rumah itu. Menyewa nasabah itu kepada bank, mencicil harga sewanya itu. Setiap kali harga sewa mencicil, terdistribusilah itu dia beli sahamnya bank yang 80 persen tadi. Perlahan demi perlahan, sampai jangka 10 tahun misalnya, sampai jadi miliknya,” kata Tomo.

Dosen perbankan syariah S1 dan S2 Universitas Trisakti ini menambahkan, di dalam sewa tersebut, termasuk ada keuntungan sewa. “Perkembangan sistem seperti ini sudah mulai banyak portofolionya,” ungkapnya.

Produk pembiayaan berbasis musyarakah

Sementara itu, Otoritas Jasa Kuangan (OJK) dalam publikasinya menjelaskan, musyarakah mutanaqishah (MMQ) adalah salah satu produk pengembangan dari produk berbasis akad musyarakah.

MMQ dapat diaplikasikan sebagai suatu produk pembiayaan perbankan syariah berdasarkan prinsip syirkah 'inan, dimana porsi modal (hishshah) salah satu mitra (syarik) yaitu Bank berkurang disebabkan oleh pembelian atau pengalihan komersial secara bertahap (naqlul hishshah bil 'iwadh mutanaqishah) kepada mitra (syarik) yang lain yaitu nasabah.

Produk MMQ telah diterapkan oleh beberapa Bank Syariah yang meliputi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memiliki suatu aset tertentu,  melalui pembiayaan berbasis kemitraan bagi hasil antara pihak nasabah dan bank yang pada akhir perjanjian seluruh aset yang dibiayai tersebut menjadi milik nasabah.

Pengalihan kepemilikan aset tersebut melalui cara nasabah mengambil alih porsi modal (hishshah) dari Bank secara angsuran berdasarkan suatu metode pembayaran tertentu selama jangka waktu kontrak yang disepakati bersama.

Produk MMQ dapat dilakukan untuk tujuan pembiayaan kepemilikan aset seperti rumah maupun kendaraan baik baru maupun lama.

Sementara dalam fatwa DSN MUI No 73 Tahun 2008 tentang Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) disebutkan, Musyarakah Mutanaqisah adalah musyarakah yang kepemilikan asset (barang) atau modal salah satu pihak berkurang disebabkan pembelian secara bertahap oleh pihak lainnya.

Dengan demikian, di ujung akad ini satu pihak, yaitu nasabah akan memperoleh kepemilikan sempurna terhadap suatu aset atau modal. Dalam akad MMQ bank syariah wajib berjanji menjual aset yang disepakati secara bertahap dan nasabah wajib membelinya.(*)

 

Reporter : Aldiansyah Nurrahamn Editor : Ahmad Kholil