Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / ‘Air Kehidupan’ untuk Warga Raknamo dari Bank Muamalat
Saat musim hujan, warga Desa Raknamo harus menampung air di drum bekas aspal untuk memenuhi ketersediaan air. Namun, jika musim kemarau tiba, sumber air bersih sulit diperoleh.

Sharianews, Kupang ~ Kesulitan memperoleh air bersih sudah lama dirasakan oleh warga Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Saat musim hujan, mereka harus menampung air di drum bekas aspal untuk memenuhi ketersediaan air. Namun, jika musim kemarau tiba, sumber air bersih sulit diperoleh.

Berangkat dari kondisi tersebut, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Dompet Dhuafa berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa fasilitas penampungan air bersih bagi warga Raknamo. Sebanyak 18 kepala keluarga telah diberikan tangki berkapasitas 550 liter beserta filter pembersih air.

Corporate Secretary Bank Muamalat Hayunaji mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar serta untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Pasalnya, drum penampungan yang selama ini digunakan dalam kondisi berkarat dan tanpa penutup. Dengan tangki baru ini, air yang tersimpan dijamin lebih bersih.

“Kami senang sekali bisa memberikan kontribusi bagi masalah kesulitan air bersih di Desa Raknamo. Apalagi momentumnya pas menjelang peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus. Semoga ini dapat dikenang oleh masyarakat karena telah merdeka dari masalah kesulitan air bersih,” katanya lewat keterangan resmi kepada Sharianews.com, Jumat (8/16).

Program ini juga sejalan dengan kampanye #AyoHijrah yang dicanangkan Bank Muamalat. Di mana Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Sebab hijrah bukan hanya tentang ibadah saja, tetapi juga secara keseluruhan termasuk di dalamnya aspek kesehatan.

Kajian program ini telah dimulai sejak bulan Februari 2019. Warga penerima manfaat juga dilibatkan langsung dalam perakitan tangki dan filter. Dengan demikian, warga diharapkan bisa memahami cara kerja alat dan cara perawatannya. Bahan filter air yang digunakan terdiri dari batu bata bekas, karbon aktif, busa dakron dan batu zeolite.

Mansur Rohmatan, salah satu warga penerima manfaat mengatakan, mereka sangat bersyukur dengan adanya program ini. Karena selama ini, jika musim kemarau tiba mereka harus mencari sumber air di danau yang jaraknya sekitar 15 kilometer.

“Bahkan tidak jarang kami harus berebut air bersih dengan binatang. Tapi berkat bantuan dari Bank Muamalat dan Dompet Dhuafa sekarang tidak perlu susah-susah lagi mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Sebagai informasi, curah hujan di kawasan timur Indonesia lebih sedikit dibandingkan dengan bagian barat. Curah hujan tahunan di Indonesia timur sekitar 1000 mm sedangkan Indonesia bagian barat sekitar 3000 mm. Minimnya curah hujan mengakibatkan ketersediaan air tanah dan air permukaan terbatas. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: