Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / Agar Tidak Memicu Polemik, OJK bisa Minta Fatwa tentang Bank Wakaf Mikro ke DSN
-
Agar tidak menimbulkan polemik terkait pendirian, sumber dana operasional, dan model pelaksanaannya, sebaiknya Bank Wakaf Mikro (BWM), dimintakan fatwanya ke DSN-MUI.

Agar tidak menimbulkan polemik terkait pendirian, sumber dana operasional, dan model pelaksanaannya, sebaiknya Bank Wakaf Mikro (BWM), dimintakan fatwanya ke DSN-MUI.

Sharianews.com, Jakarta. Anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk Bank Wakaf Mikro Ah. Azharuddin Lathif, M.H., M.Ag., menegaskan, polemik, perdebatan dan simpang siur informasi mengenai ketepatan penamaan, pendirian, dan status kesyariahan dari segi pendanaan operasional  Bank Wakaf Mikro (BWM) di tengah-tengah masyarakat merupakan hal yang wajar terjadi.

“Kalau Anda baca di media sosial atau di mana, masih banyak perdebatan mengenai prinsip wakafnya itu di mana, ya. Nah, hal itu wajar, karena sampai saat ini,  itu (status kesyariahan pendanaan operasional) Bank Wakaf Mikro belum duduk (diputuskan tentang pedoman pendiriannya) di Dewan Syariah Nasional (DSN),”kata Azharuddin menjelaskan, kepada sharianews.com, Rabu (8/8/2018).

Oleh karenanya, terkait hal itu dirinya menghimbau seharusnya dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajukan permohonan fatwa kepada DSN sebagai penanggung jawab keuangan syariah di Indonesia.

Ia melanjutkan, alasan DSN belum memberikan fatwa terkait dengan Bank Wakaf Mikro karena dari pihak OJK sampai sekarang belum mengajukan permohonan kepada pihaknya.

“DSN itu kan lembaga fatwa yang sifatnya pasif, maksudnya menunggu ditanya (oleh OJK). Bukan pro aktif. Hal ini disebabkan DSN merupakan badan yang peraturannya keluar sebagai respon. Dan peraturannya tidak seperti regulasi dari pemerintah yang sifatnya memaksa (coercive),”imbuhnya.

Tujuan pengajuan fatwa kepada pihak DSN ini, ia meneruskan, ialah supaya model dan prinsip, baik dari sisi pendirian, sumber dana operasional, dan semacamnya sesuai dengan nilai dasar keuangan Islam, serta untuk menghindari polemik, perdebatan, dan kesimpangsiuran tersebut.

“Biar tidak menimbulkan kesimpangsiuran, dan seperti apa keinginan model pelaksanaan Bank Wakaf Mikro,” urainya.

Meski begitu, lanjutnya, secara prinsip model pembiayaan Bank Wakaf Mikro kepada masyarakat melalui skema akad pembiayaan mudhorobah, musyarakah, wadi’ah, murabahah, dan semacamnya sudah sesuai dengan fatwa DSN.

OJK resmikan Bank Wakaf Mikro di Universitas

Pada saat yang sama, OJK terus berupaya memperluas penyediaan akses keuangan bagi masyarakat kecil, sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dengan meresmikan Bank Wakaf Mikro Usaha Mandiri Sakinah di Yogyakarta.

Berbeda dengan yang ada pada saat ini, karena sebelumnya OJK telah menetapkan Bank Wakaf Mikro sebagai model LKM Syariah inklusi keuangan yang hanya akan ada di lingkungan pesantren, lembaga keuangan yang hadir di Yogyakarta tersebut, didirikan di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.

“Bank Wakaf Mikro Usaha Mandiri Sakinah telah mendapatkan izin usaha dari Kantor OJK DIY pada 16 Mei 2018 dan merupakan bank wakaf mikro pertama yang didirikan di luar pesantren dan berdiri di wilayah Universitas Aisyiyah,”demikian bunyi siaran pers OJK pada Jumat, 3 Agustus 2018 silam.

Menurut Azharuddin, pendirian Bank Wakaf Mikro di lingkungan universitas bertujuan untuk memberdayakan masyarakat secara lebih luas, tidak hanya untuk lingkungan pesantren.    

Karenanya, ke depan OJK akan terus mendirikan Bank Wakaf Mikro di lingkungan organisasi masyarakat maupun elemen masyarakat lainnya, sebagaimana yang telah dirintis di lembaga pendidikan pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

“Betul. Sepertinya (ke depannya) pendirian Bank Wakaf Mikro akan (terus) dilebarkan sayap ke kampus-kampus. Ini disebabkan ada organisasi masyarakat juga memiliki kondisi seperti halnya pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), yang selama ini tidak terjangkau oleh lembaga keuangan syariah,” jelas instruktur keuangan syariah DSN ini kepada sharianews.com, Kamis (9/8/2018).

Adapun jumlah Bank Wakaf Mikro yang telah resmi didirikan per Desember 2017 hingga per Juni 2018 sebanyak 26 bank, dan tersebar di seluruh Indonesia.

Di antaranya, selain Usaha Mandiri Sakinah Yogyakarta, adalah KHAS Kempek Cirebon, Buntet Pesantren Cirebon, Ranah Indah Darussalam Ciamis, Almuna Berkah Mandiri Yogyakarta, dan lain sebagainya.

“Hingga akhir 2018 direncanakan akan didirikan 40 Bank Wakaf Mikro di seluruh Indonesia. Memang sampai sekarang lembaga keuangan ini sebagian besar masih hadir di Pulau Jawa, walaupun sudah ada sebagian di luar Pulau Jawa, tetapi jumlahnya belum banyak” tutupnya.(*).

Reporter : Emha S. Asror Editor : Ahmad Kholil