Sabtu, 19 Januari 2019
13 Jumada al-ula 1440 H
FOTO I Dok. Pribadi
“AFSI sebagai backbone untuk edukasi industri, baik company, nasabah maupun masyarakat itu akan digarap oleh AFSI Institute,” jelas Jamil, kepada Sharianews.com, Kamis (10/1).

Sharianews.com, Jakarta ~ Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) terus berupaya mengembangkan industri keuangan syariah, khususnya financial technology (fintech) pada 2019 ini. Salah satunya dengan memaksimalkan AFSI Institute.

Wakil Ketua AFSI Jamil Abbas mengatakan kesuksesan industri bergantung pada pengetahuan. Sehingga AFSI Institute akan menggarap semua unsur keilmuan dalam gerakan membangun industri fintech.

“AFSI sebagai backbone untuk edukasi industri, baik company, nasabah maupun masyarakat itu akan digarap oleh AFSI Institute,” jelas Jamil, kepada Sharianews.com, Kamis (10/1).

AFSI Institute bertekad untuk memberi kemudahan pada semua stakeholders seperti perusahan fintech, masyarakat, bahkan akademis dalam pengembangan keilmuannya dari bisnis dan kesyariahannya. 

Dari segi akademisi, bagi perguruan tinggi yang ingin memahami fintech syariah bisa menghubungi AFSI Insitute.

“Lalu, untuk fintech company sendiri yang mereka mungkin jago banget dibidang teknologi informasinya, tetapi dalam hal bisnis ataupun syariahnya masih merasa lemah, itu bisa menghubungi AFSI Institute untuk minta disediakan solusi paket-paket pendidikan yang diperlukan,” papar Jamil.

Sementara bagi masyarkat umum yang ingin bertanya tentang ekonomi syariah secara umum atau pun fintech syariah, bisa juga menghubungi AFSI Institute.

Perkembangan AFSI Institute yang berdiri pada 5 Desember 2018 ini, diakui Jamil belum sempurna, tetapi akan dimaksimalkan pada 2019.

“Ini sebuah lembaga baru lahir, pelayanan belum sempurna tetapi tekadnya adalah benar-benar mempermudah dan membuat semakin nyaman bagi semua stakeholders untuk memberikan pengetahuan di bidang ekonomi syariah maupun fintech syariah khususnya,” ucap Jamil.

Selain itu, pada 2019 ini, AFSI sendiri semakin merapatkan diri kepada regulator, terutama kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia untuk mempermudah proses pendaftaran pada perusahaan fintech yang baru.

Kemudian lembaga yang beridiri 14 Februari 2018 ini juga membantu pemerintah dalam mengimplementasikan peraturan-peraturan dari pihak regulator.  “Jika ada peraturan baru, AFSI memosisikan untuk membantu pemerintah supaya para stakeholders bisa lebih baik dalam hal implementasinya,” ujar Jamil.

Ke depan AFSI juga akan berkolaborasi dengan beberapa pihak untuk eksibisi-eksibisi fintech syariah. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo