Sabtu, 26 September 2020
09 Ṣafar 1442 H
Home / Forum Milenial / Adakan Seminar Nasional, SEF Universitas Gunadarma Mengulik Kondisi Ekonomi Indonesia
FOTO I Dok. en.alkawthartv.com
Indonesia tidak hanya memiliki sistem ekonomi sosialisme saja tetapi pada praktiknya, Indonesia juga menerapkan sistem ekonomi liberal dan kapitalisme.

Sharianews.com, Jakarta ~ Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma menyelenggarakan dua seminar nasional dengan tema “Changing Paradigms and Practices through Islamic Economic Worldview dan Islamic Economic Instrument: The Right Way to Improve the Prosperous of Humanity”.

Seminar nasional yang diadakan akhir bulan lalu ini merupakan rangkaian kegiatan dari Aktualisasi Ekonomi Syariah (Aksyar) yang dilaksanakan setahun sekali di Kampus Gunadarma Kalimalang.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyampaikan, saat ini, Indonesia tidak hanya memiliki sistem ekonomi sosialisme saja tetapi pada praktiknya, Indonesia juga menerapkan sistem ekonomi liberal dan kapitalisme.

“Di mana sistem kapitalisme ini membuat orang kaya semakin kaya dan sistem ekonomi ini lebih mengedepakan manusia sebagai individu dan kebebasan pasar. Dari kebebasan pasar ini justru menjadi tempat pertarungan antara individu dan pelaku pasar,” jelas Abbas.

Sistem kapitalisme memberikan kebebasan kepada individu untuk memperoleh kekayaan, memilih sektor usaha yang diinginkan dan memilih pekerjaan, dari sini dapat dilihat bahwa individu dapat terdorong untuk bertindak kreatif dan inisiatif, sehingga terjadi persaingan yang membuat efektifitas dan efisiensi meningkat.

Namun, sistem ekonomi kapitalisme yang berprinsip untuk mencari untung sebesar-besarnya bagi diri dan perusahaan, dinilai tidak manusiawi. Karena sistem tidak membawa Tuhan ke dalam kehidupan ekonomi.

Sistem ekonomi ini semakin diperparah karena manusia sangat menjunjung tinggi pasar bebas, yakni sistem pasar yang tidak boleh diintervensi oleh pemerintah. Abbas juga menyampaikan bahwa sistem ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang paling terbaik untuk diterapkan.

Sistem ekonomi Islam menerapkan prinsip fastabiqul khairat, yakni mencari rezeki tanpa melupakan Tuhan. Rezeki yang diperoleh wajib dikeluarkan zakatnya untuk membantu delapan asnaf, termasuk di dalamnya fakir dan miskin.

Sementara itu, Analis Senior Bank Indonesia Ali Sakti mengatakan, ekonomi global pada saat ini sudah pada periode kekacauan yang dimulai sejak tahun 1910-1944. Dimensi kekacauan bukan hanya di bidang ekonomi saja tetapi juga di bidang data sosial.

Menurut data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), angka orang meninggal dunia karena kemiskinan jauh lebih banyak daripada orang yang berperang. Ini adalah salah satu bukti bahwa gagalnya sistem ekonomi yang ada pada saat ini.

“Ekonomi Islam pada saat ini akan mempengaruhi tingkat kepedulian terhadap orang lain. Tujuan ekonomi Islam yaitu untuk mempertahankan keimanan seseorang. Selain itu tujuan utama ekonomi islam yaitu untuk mencapai jannah (surga). Di dalam ekonomi Islam terdapat filosofi dasar yang meliputi akidah, akhlak, syariah dan adab,” pungkas Ali. (*)

Editor: Achi Hartoyo

Reporter: Aldiansyah Nurrahman