Senin, 23 September 2019
24 Muḥarram 1441 H
Home / Lifestyle / Ada Tiga Bank Syariah di Indonesia, Apa Saja?
FOTO I Dok. sharianews
Meskipun perbankan syariah jenisnya beragam, setidaknya ada tiga jenis bank syariah yang ada di Indonesia. Kita bisa kenali perbedaan dari perbankan syariah dari sisi produk, jenis layanan serta statusnya.

Sharianews.com, Perbankan Syariah dengan Perbankan Konvensional memang berbeda. Kini setelah sekian tahun berjalan, keberadaan bank syariah di Indonesia semakin pesat.

Bagi Anda yang sering menggunakan jasa perbankan syariah, tentu merasakan bahwa saat ini, kondisi perbankan syariah semakin jauh lebih baik.

Meskipun perbankan syariah jenisnya beragam, setidaknya ada tiga jenis bank syariah yang ada di Indonesia. Kita bisa kenali perbedaan perbankan syariah dari sisi produk, jenis layanan serta statusnya.

Apa saja perbedaannya? Mari, kita kenali.

Bank Umum Syariah (BUS)

Bank Umum Syariah adalah bank syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatannya meliputi penghimpunan dana berupa giro, tabungan, hingga penyaluran dana atau bentuk lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Contoh dari Bank Umum Syariah adalah Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Muamalat Indonesia, dan beberapa bank umum syariah besar lainnya

Unit Usaha Syariah (UUS)

Unit Usaha Syariah atau yang biasa disebut UUS, adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu bank yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syariah dan/atau unit syariah.

Serupa dengan Bank Umum Syariah kegiatan UUS kegiatannya meliputi jasa dalam lalu lintas pembayaran, penghimpunan dana berupa giro, tabungan, hingga penyaluran dana atau bentuk lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Perbedaan utama BUS dengan UUS adalah BUS tidak memiliki induk atau sudah melakukan Spin off ( pemisahan unit usaha) dari induknya.

Contoh dari bank konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) adalah Bank Danamon Indonesia, Bank Permata, Bank CIMB Niaga dan beberapa perbankan konvensional yang memiliki UUS lainnya.

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah bank syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Berbeda dengan kedua jenis Bank Umum Syariah ataupun Unit Usaha Syariah di atas, Bank pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dalam menjalankan operasional perbankan, memiliki layanan yang terbatas.

Salah satu perbedaan besarnya adalah BPRS tidak memiliki izin untuk melakukan penghimpunan dana melalui produk giro. Dua produk utama BPRS adalah penghimpunan dana melalui tabungan dan deposito serta penyaluran pembiayaan dengan prinsip syariah.

Contoh dari BPRS adalah BPRS Harta Insan Karimah, BPRS Al Salaam, BPRS Insan Cita dan beberapa BPRS lainnya.

Nah, sudah paham kan ketiga perbedaan jenis bank syariah yang ada di Indonesia? Dengan beragamnya produk dan layanan yang dimiliki oleh bank syariah, kini, tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak berhijrah. Saatnya beralih dan menggunakan produk-produk dari bank syariah.

Selamat mencoba!

 

Achi Hartoyo