Jumat, 23 April 2021
12 Ramadan 1442 H
Home / Haji umrah / Ada Kemungkinan Biaya Haji 2021 Naik, Ini Penyebabnya
Foto dok. Pexels
Setidaknya ada tiga faktor yang memengaruhi

Sharianews.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1442 H/2021 M belum ditetapkan. Meski begitu tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan biaya haji 2021.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi H Dasir mengatakan kemungkinan kenaikan biaya itu ada. Setidaknya ada tiga faktor yang memengaruhi, yaitu kenaikan kurs dolar, kenaikan pajak dari 5 persen menjadi 15 persen, serta keharusan penerapan protokol kesehatan.

"Haji di masa pandemi mengharuskan pemeriksaan swab, jaga jarak dan pembatasan kapasitas kamar, juga ada karantina dan lainnya. Itu semua tentu berdampak pada biaya haji," ujarnya, di Jakarta, Rabu (07/04).

Khoirizi menyampaikan pihaknya bersama Komisi VIII DPR terus berupaya mempersiapkan layanan terbaik untuk jemaah. Misalnya, untuk mengurangi mobilitas, tahun ini rencananya konsumsi akan diberikan tiga kali sehari. Sehingga, jemaah tidak perlu keluar untuk mencari makanan.

"Kemenag bersama Komisi VIII terus berusaha untuk semaksimal mungkin, kalaupun ada kenaikan biaya haji, hal itu tidak memberatkan jemaah," imbuhnya.

Dia menegaskan, biaya haji tahun ini masih dibahas secara intensif oleh Panja Kemenag dan Komisi VIII DPR. Pembahasan biaya haji masuk dalam tahapan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi.

Pembahasan dilakukan sembari menunggu informasi resmi terkait kepastian kuota pemberangkatan jemaah haji tahun ini dari Arab Saudi. Karena itu, pembahasan biaya haji dilakukan dengan asumsi-asumsi kuota sesuai dengan skenario yang telah dirumuskan.

"Karena belum ada kepastian kuota, maka pembahasan biaya haji berbasis pada skenario yang bersifat asumtif, mulai dari kuota 30 persen, 25 persen, 20 persen, bahkan hingga hanya 5 persen," pungkas Khoirizi.

Rep. Aldiansyah Nurrahman