Sabtu, 28 November 2020
13 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Lifestyle / Ada Dugaan Pemotongan Bantuan Pesantren, Ini yang Harus Dilakukan
Foto dok. Sharianews
Beredar informasi adanya dugaan pemotongan bantuan operasional pesantren

Sharianews.com, Jakarta - Beredar informasi adanya dugaan pemotongan bantuan operasional pesantren. Menanggapi hal itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono, mendorong masyarakat untuk melaporkannya kepada Inspektorat Jenderal (Itjen) Keemnterian Agama (Kemenag) agar bisa ditindaklanjuti.

"Setiap laporan yang masuk ke kami, kami teruskan ke Itjen Kemenag untuk diinvestigasi. Kami juga dorong masyarakat yang menerima info pemotongan bantuan untuk melaporkan ke Itjen Kemenag. Aduan bisa dilaporkan melalui simwas.kemenag.go.id " tegas Waryono di Jakarta, Jumat (18/09).

Menurutnya, pihaknya telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) penyaluran bantuan. Juknis sama sekali tidak mengatur masalah pemotongan, baik dalam bentuk uang maupun pembelian barang.

"Proses penyaluran bantuan harus sesuai juknis. Jika ada pelanggaran, itu bisa dilaporkan ke Itjen untuk diaudit Kemenag tentu akan menindak tegas, jika ada oknum yang terbukti melanggar dalam proses penyaluran bantuan operasional ini " jelasnya.

Saat ini proses pencairan bantuan opeasional pesantren tahap pertama sudah hampir selesai. Total bantuan tahap I ini sebesar Rp930,83 miliar yang diberikan kepada:

1. 9.511 pesantren dari total 21.173 pesantren,

2. 29.550 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dari total 62.153 MDT,

3. 20.124 LPTQ/TPQ dari total 112.008 LPTQ/TPQ,

4. Bantuan pembelajaran daring bagi 12.508 lembaga dari total 14.115 lembaga.

"Sisanya masih dalam proses, semoga segera cair pada tahap berikutnya," tandas Waryono.

Rep. Aldiansyah Nurrahman