Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / ACT Siapkan Corona Crisis Center sebagai Bentuk Kepedulian Nasional
ACT menyampaikan akan mengambil peran berupa program edukasi dan aksi nyata.

Sharianews.com, Jakarta ~ Aksi Cepat Tanggap (ACT), sebagai lembaga kemanusiaan menanggapi wabah virus corona dengan beragam program mitigasi dan distribusi bantuan, termasuk menyiapkan Corona Crisis Center untuk beberapa waktu ke depan.

Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin menyatakan, ACT akan mengambil peran dalam bencana nasional ini. Menurutnya, bencana Covid-19 dirasakan sebagai sebuah musibah global dan nasional.

“Sebagai sebuah musibah berupa wabah virus corona, ACT akan akan menunjukkan prinsip dan spirit yang sama seperti ketika menghadapi bencana alam, meskipun bencana yang satu ini tentu akan lebih kompleks penanganannya. Kami mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan semangat gotong-royong sebagai nilai utama kita sebagai sebuah bangsa,” ungkapnya, di Jakarta, Selasa (17/3).

Dalam kesempatan yang sama, ACT menyampaikan akan mengambil peran berupa program edukasi dan aksi nyata. Pertama, ACT akan terus menggerakkan ratusan ribu relawan medis untuk memberikan edukasi terkait virus corona ke seluruh elemen masyarkat. ACT juga memberikan tindakan preventif melalui roadshow ke berbagai daerah untuk pelayanan dan penyuluhan kesehatan.

Kedua, ACT mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketiga, ACT mengimbau untuk memperbanyak bersedekah sebagai cara untuk menolak bala. Keempat, untuk mengantisipasi krisis ekonomi, khususnya untuk masyarakat bawah, ACT berencana untuk menurunkan logistik berupa bantuan pangan.

ACT akan menyiapkan 1.000 ton logistik pangan dan membagikannya ke berbagai daerah yang terdampak. Bantuan ini sebagai ikhtiar ACT yang berasal dari program Lumbung Pangan Wakaf, Lumbung Beras Wakaf, dan Lumbung Air Wakaf yang dimiliki.

“Amanah para dermawan akan kami sampaikan melalui program-program terbaik kami. Selain bantuan, kami mengimbau mari bersama menghadang bencana melalui doa. Mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di sisi lain, bencana ini sebagai momentum kita untuk semakin meningkatkan gerakan sedekah, momentum untuk semakin peduli dengan lingkungan sosial,” tambah Ahyudin.

Di sisi lain, wabah Covid-19 juga berimbas pada keseimbangan roda perekonomian. Salah satu dampaknya adalah perlambatan ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk perekonomian Indonesia.

Saat ini, banyak industri yang terpaksa merumahkan karyawannya. Laporan dari negara-negara terpapar Covid-19 membuktikan bahwa dalam kondisi wabah dan gawat darurat, orang dengan status ekonomi prasejahtera berada dalam posisi paling rentan.

Presiden ACT Ibnu Khajar juga menyampaikan kesiapan ACT dalam menghadapi Covid-19 yang telah menjadi wabah nasional. Menurut Ibnu, ada poin penting yang perlu diperhatikan, yakni poin spiritual. Sedekah adalah salah satu anjuran yang telah ditetapkan sebagai cara menolak bala. Sebagai bangsa Indonesia, tentunya harus tetap waspada sambil berdoa dalam menghadapi bencana ini.

“ACT pun akan memberikan bantuan-bantuan pangan, yaitu melalui Humanity Food Truck, Humanity Rice Truck, dan armada pangan lainnya, kepada mereka yang saat ini harus berjibaku dengan mengurangi aktivitas mencari nafkah keluarganya,” ungkap Ibnu.

Koordinator ACT Corona Crisis Center, Riedha Muhammad Bambang mengimbau agar masyarakat tetap waspada, tetapi jangan panik. Masyarakat harus mengetahui gejala, cara penyebaran, dan cara pengobatannya. Ia juga mengimbau agar masyrakat untuk sementara waktu tidak bepergian ke tempat umum, dan selalu memperhatikan etika saat batuk dan bersin, mandi setelah beraktivitas, dan sebagainya.

“Selain membuka Corona Crisis Center, kami juga telah rutin memberikan pelayanan kesehatan dan mengedukasi masyarakat di berbagai daerah sebagai program kami dalam menanggapi wabah Corona ini. Pencegahan secara individu menjadi concern yang terus kami galakkan,” ungkap Riedha.

Saat ini, banyak pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan wabah virus corona untuk mencari keuntungan. Di antaranya dengan menimbun masker, hand sanitizer, dan beberapa bahan pokok makanan yang membuat harganya semakin tinggi. Masyarakat yang membutuhkan menjadi kesulitan mendapatkan barang-barang tersebut terutama kelompok kelas menengah ke bawah.

“Yuk! Bantu mereka yang saat ini terkendala perekonomiannya, bersama-sama membantu para korban melalui bersedekah. Dalam Islam, sedekah adalah salah satu cara menolak bala. Semoga kita semua dapat terhindar dari wabah yang ada dan keluarga kita mendapat banyak keberkahan, melalui gerakan memperbanyak sedekah,” tutup Ibnu. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: