Minggu, 28 November 2021
23 Rabi‘ at-akhir 1443 H
Home / Lifestyle / Absindo DIY Edukasi Publik Perihal Urgensi Produk Halal Bagi Kehidupan
Foto dok. Absindo
Ketika muslim yang mengonsumsi makanan haram berdoa, doanya tidak diijabah,

Sharianews.com, Jakarta - Asosiasi BMT Seluruh Indonesia Wilayah Yogyakarta (Absindo DIY) kembali mengadakan kajian rutin Kajian Malam Selasa (Kamanse) secara virtual pada Senin malam (10/08).

Pada Kamanse ke-57 tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Program Studi  Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USAKTI Rossje V. Suryaputri dan Dosen Faklutas Ekonomi dan Bisnis USAKTI Syahilul Amri.

Pada kesempatan itu, Rossje menyampaikan pentingnya produk halal bagi kehidupan karena seperti di makanan, ada bahan-bahan makanan tergolong haram tapi jarang diketahui publik.

Oleh karena itu, Rossje menyarankan untuk mengunakan atau mengonsumsi bahan-bahan yang sudah berlabel Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Kalau tidak ada label halal MUI, mending tidak usah,” ujarnya, dalam kajian bertajuk Islamic Enterpreneurship and Halal Industry ini.

Mengonsumsi bahan yang haram, lanjut dia, bisa berakibat buruk untuk muslim. Dikhawatirkan, ketika muslim yang mengonsumsi makanan haram berdoa, doanya tidak diijabah, karena Allah hanya menerima apa-apa saja yang halal.

Sementara itu, Amri menambahkan perihal kewajiban bersertifikat halal sebgaiamana tertera dalam UU no.33 Tahun 2014 tentnang Jaminan Produk Halal. Dalam UU itu, produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikasi halal.

“Dalam pasal 4 ini mengubah praktik penyelenggaran proses sertifikasi halal yang bersertifikat sukarela yang dilakukan oleh MUI menjadi wajib yang dilaksanakan BPJPH (Badan Penyelenggaraan Jainan Produk Halal,” ujarnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman