Sabtu, 20 Juli 2019
18 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Keuangan / Abaikan Sidang MK, Investor Lebih Soroti Perang Dagang
FOTO I dok. Marketplus.co.id
“Jadi sebenarnya investor concern-nya bukan ke MK. Justru MK buat mereka biasa saja, jadi concern mereka tetap perang dagang yang jadi nomor satu,” jelas Aditya.

Sharianews.com, Jakarta ~ Indonesia sedang menjalani tahun politik pemilihan presiden yang masih berlangsung, hingga kini sedang tahap persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Keadaan tersebut, dinilai tidak terlalu berpengaruh terhadap investor pasar modal syariah maupun konvensional.

Branch Retail Coordinator Equity Sharia RHB Securitiries Reksa Aditya Rahmat Utomo mengatakan sikap investor, karena pemilihan presiden ini acara lima tahunan sudah bisa menebak arahnya.

“Jadi sebenarnya investor concern-nya bukan ke MK. Justru MK buat mereka biasa saja, jadi concern mereka tetap perang dagang yang jadi nomor satu,” jelasnya menegaskan kepada Sharianews.com.

Ia memaparkan, perang dagang yang mendapat perhatian tertinggi investor kini, disusul dengan perlambatan ekonomi, kemudia BI 7- Day Reverse Repo Rate, lalu The Fed yang lebih banyak diperhatikan.

“Pemilihan Presiden itu event lima tahunan, jadi investor sudah bisa baca, bisa menerka. Kita (Indonesia) juga damai-damai saja. Jadi yang lebih disorot sebenarnya itu kondisi makro kita sama konsdisi global dari perang dagang, itu dilihat investor terutama investor asing,” tutur Reksa.

Lebih lanjut, Reksa meambahkan apa yang terjadi kinerja emiten di kuartal dua nanti yang akan menjadi pertimbangan investor. Meski begitu, diakuinya apabila terjadi demonstrasi besar-besaran akan memberikan dampak kepada investor.

Sementara itu, Representative Indonesia Stock Exchange (IDX) Provinsi Banten, Fadli Fatah mengatakan, segala kegiatan politik masuk ke dalam analisa fundamental. Semua kebijakan ekonomi maupun kebijakan lainnya di suatu negara, diputuskan dari posisi politik. Hal tersebut sedikit banyak akan memberikan pengaruh.

“Di pasar itu kejadian waktu pemilihan presiden, saat quick count, dan penetapan KPU (Komisi Pemilihan Umum) besar dampaknya. Sementara, untuk yang sekarang sidang MK ini belum lihat, saya belum lihat ada pergerakan berarti dari sidang MK itu,” pungkas Fadli. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo