Jumat, 23 April 2021
12 Ramadan 1442 H
Home / Keuangan / AASI Harapkan Asuransi Syariah Dapat Porsi Asuransi Barang Milik Negara
Foto dok. Pexels
Agar industri asuransi syariah mendapatkan porsi bisnis yang layak dari berbagai pihak

Sharianews.com, Jakarta - Asosisasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) berusaha mengoptimalkan potensi industri asuransi syariah di Tanah Air. Salah satu diantaranya dengan mengusulkan agar industri asuransi syariah mendapatkan porsi bisnis yang layak dari berbagai pihak. Seperti halnya asuransi barang milik negara (ABMN).

“Kiranya ada yang mungkin bisa disebut ABMN Syariah, khususnya untuk meng-cover aset negara yang memiliki keterkaitan dengan keislaman, begitu juga dengan underlying sukuk yang semestinya diberikan kepada asuransi syariah,” Ketua AASI Tatang Nurhidayat, Rabu (24/02).

AASI juga siap memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang asuransi syariah. Bahwa di industri asuransi syariah sejauh ini belum ditemukan kasus gagal bayar.

Lebih lanjut, ia menceritakan industri asuransi syariah hingga saat ini di Indonesia mengalami tren yang cukup baik sejak. Setidaknya ada beberapa fase dalam perjalanan industri ini.

Pertama yaitu pada tahun 1990 yang mana saat itu khusus untuk industri asuransi syariah belum memiliki regulasi apapun. Sekitar tahun 1994 salah satu perusahaan asuransi syariah hadir, dan industri ini hidup dengan regulasi seadanya.

Kemudian fase yang kedua, yaitu pada kisaran tahun 2000-an, dimana pertama kali keluarnya fatwa DSN MUI terkait asuransi syariah, dan kemudian dilanjutkan oleh keluarnya regulasi-regulasi lainnya, termasuk diperbolehkannya untuk membuka unit syariah bagi perusahaan asuransi.

Pada 2014 dimulailah fase ketiga, yang mana undang-undang telah menyebutkan terkait asuransi syariah, sekaligus mengamanatkan akan adanya fase keempat, yaitu kewajiban spin off atau pemisahan unit syariah di tahun 2024 nanti.

Rep. Aldiansyah Nurrahman