Rabu, 12 Agustus 2020
23 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Haji umrah / 647 Jemaah Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan Haji
Foto dok. Kemenag
Sebanyak 647 jemaah telah ajukan pengembalian setoran pelunasan haji. Jumlah itu terhitung sejak 3 Juni 2020 hingga 23 Juni 2020.

Sharianews.com, Jakarta - Sebanyak 647 jemaah telah ajukan pengembalian setoran pelunasan haji. Jumlah itu terhitung sejak 3 Juni 2020 hingga 23 Juni 2020.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin menjelaskan dari 647 yang mengajukan, sebanyak 601 sudah terbit Surat Perintah Membayar (SPM) dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan sudah diterima Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

“Kalau sudah ada SPM, BPS Bipih tinggal mentransfer ke rekening jemaah," ujarnya menegaskan.

Lebih rinci, 647 jemaah yang mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan, tersebar di 34 provinsi. Lima provinsi dengan jumlah pengajuan terbesar adalah Jawa Timur (124), Jawa Tengah (111), Jawa Barat (99), Sumatera Utara (48), dan Lampung (37). Ada empat provinsi dengan satu jemaah yang mengajukan permohonan, yaitu: Maluku, Papua, Bangka Belitung, dan Kalimantan Utara.

Kementerian Agama memutuskan batal memberangkatkan jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 1441H/2020M pada 2 Juni 2020. Bersamaan itu, Kemenag memberikan opsi bagi jemaah yang sudah melunasi Bipih untuk menarik kembali setoran pelunasannya.

Permohonan pengembalian diajukan jemaah ke Kantor Kemenag Kab/Kota. Pengajuan itu lalu diproses ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, BPKH, dan BPS.

Setelah mendapat SPM dari BPKH, BPS akan mentransfer dananya ke rekening jemaah. Secara prosedur, proses ini berlangsung selama sembilan hari kerja sejak berkas permohonan dinyatakan lengkap oleh Kankemenag Kab/Kota.

"Sejauh ini, pengurusan pengembalian setoran pelunasan jemaah sesuai prosedur, maksimal sembilan hari," pungkasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman