Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO | Dok. www.bisniskokoh.com
Generasi milenial umumnya mendamba lingkungan kerja yang menjamin adanya work-life-balance, fleksibilitas, dan adanya kesempatan untuk berkembang.

Sharianews.com, Jakarta ~ Salah satu karakteristik generasi milenial adalah kedekatan mereka dengan dunia digital atau internet. Generasi milenial ini saat ini sudah memasuki usia produktif dan mulai berpikir mencari penghasilan. Untuk mewujudkan impiannya, mereka pun mencari pekerjaan.

Sebuah studi menyebutkan, kecenderungan generasi milenial menginginkan dan mencari lingkungan kerja yang dapat memenuhi keseimbangan antara kebutuhan mendapat penghasilan dan eksistensi gaya hidup sosial. Pendeknya mendamba lingkungan kerja yang menjamin adanya work-life-balance, fleksibilitas, dan adanya kesempatan untuk berkembang.

Studi yang dilakukan oleh OnePoll terhadap tiga ribu responden dari kalangan pekerja kantoran di Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Australia, Selandia Baru dan India, yang meneliti struktur kehidupan kerja masyarakat modern, menemukan bahwa saat ini mulai banyak kantor yang menghilangkan tradisi kerja 8 jam (jam 9-5) dan menerapkan sistem kerja jarak jauh, agar lebih fleksibel.

Sebagaimana dilansir dari New York Post, sekitar 57 persen pekerja kantoran modern Amerika Serikat merasa lebih produktif dengan bekerja jarak jauh dan tidak dituntut bekerja di waktu tertentu.

Para peneliti dalam peneliti ini mengklaim bahwa para pekerja menemukan adanya peningkatan produktivitas yang lebih menonjol pada kantor yang tidak menerapkan sistem kerja tradisional.

Selaras dengan penelitian tersebut, berikut ini ada beberapa pekerjaan yang sesuai dan menjadi tren di kalangan generasi milenial, di antaranya adalah.

1. Content writer atau content creator

Dengan ide-ide kreatif dan out of the box yang dimiliki generasi milenial, ini bisa menjadi kesempatan bagi organisasi bisnis untuk mengembangkan perusahaan. Profesi ini memiliki tugas utama membuat konten sesuai permintaan klien dengan menarik.

2. Travel writer

Traveling saat ini merupakan kegiatan paling tren di kalangan anak muda. Hal tersebut dapat dilihat melalui sosial media seperti instagram, facebook, atau media sosial lainnya di mana banyak anak muda yang memposting perihal perjalanan mereka.

Terlebih ketika saat ini traveling bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga menjadi sebuah hobi yang dibayar, alias dijadikan pekerjaan, dengan menuliskan setiap perjalanan yang ditempuh.

3. Online seller atau pebisnis

Baik dengan membuka kedai kopi, fashion maupun sekadar menjadi reseller. Pekerjaan ini tengah banyak dilakoni sebagian dari anak muda yang menginginkan pekerjaan dengan waktu fleksibel, dan dapat menentukan sistemnya sendiri.

Terutama karena jenis pekerjaan ini dapat dijalankan melalui internet, atau online seller di mana sebagian besar aktivitas manusia hari ini tidak terlepas dari internet, dan menjadi peluang besar bagi para pebisnis online.

4. Sosial media strategist

Sosial media tidak hanya banyak dimanfaatkan sebagai alat komunikasi dan berekspresi diri, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan .

Saat ini seorang sosial media strategist (SMS) sudah banyak dicari oleh perusahaan untuk memantau tren di media sosial dan menemukan cara paling efektif untuk mengoptimalisasikannya agar perusahaan mendapatkan lebih banyak pelanggan.

5. Youtuber atau blogger dan selebgram

Selain menjanjikan peghasilan, pekerjaan ini juga dapat mendatangkan ketenaran atau menjadi terkenal. Sehingga dapat menjadi influencer bagi para penonton, sekaligus endorsemen bagi sebuah produk. Dengan waktu yang tidak terikat, menjadikan jumlah youtuber atau selebgram atau blogger semakin meningkat.

6. Videografer

Di era digital ini, ternyata tidak hanya berpengaruh pada anak mudanya saja, melainkan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menghadapi perkembangan zaman.

Terkait kebutuhan promosi produk-produk perusahaan, seringkali membutuhkan  jasa pembuat video-video menarik. Para videographer pun bisa memanfaatkan media sosial  untuk  meningkatkan popularitas dan sekaligus meraih penghasilan dari hasil karya-karyanya. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Ahmad Kholil