Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Ekbis / 6 Sektor Halal Indonesia Yang Tembus Pasar Dunia
Chairman Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar saat berada di kantor Kadin Timteng. (foto/dok)romy
Enam sektor yang bisa dikelola Indonesia supaya bisa masuk dalam goals industri halal: keuangan syariah, halal food, fesyen, kosmetik, farmasi, dan travel halal.

Sharianews.com, Jakarta ~Gaya hidup halal atau tren halal lifestyle sudah seharusnya melekat di setiap umat Muslim. Hal tersebut sesuai dengan surah Albaqoroh ayat 168 yang berbunyi halalan tayyiban. Ayat tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi Muslim, tetapi juga untuk seluruh manusia (Rahmatan lil alamiiin).

Chairman of Indonesia Halal Value Chain (IHLC), Sapta Nirwandar mengatakan, ada enam sektor yang bisa dikelola Indonesia supaya bisa masuk dalam goals industri halal. Setidaknya bisa menembus negara-negara OKI.

"Keuangan syariah, halal food, fesyen, kosmetik, farmasi, dan travel halal," ujar Sapta Nirwandar di acara debat terbuka menyongsong era produk halal Indonesia, kantor Kadin, Jakarta, Selasa (9/7).

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang belum dipahami, baik dari sisi produsen maupun konsumen.

"Hal ini yang menjadi miss leading, harusnya kita yang menjadi champion," ujar Sapta.

Dari catatan lembaga survei halal dunia, Dinar Standart dan Reuters, capaian industri halal di tahun 2018 sebesar 2triliun dolar AS.

Memang, lebih lanjut dikatakan Sapta, bila dilihat dari sisi perbankan dan keuangan syariah, totalnya baru mencapai enam persen dari bank konvensional. Hal tersebut memunculkan kemungkinan belum adanya koordinasi yang baik antara sektor riil dengan sektor perbankan. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo