Senin, 27 Januari 2020
02 Jumada al-akhirah 1441 H
Home / Lifestyle / 6 Destinasi Wisata Halal Indonesia yang Wajib Kamu Tahu
Promosi Pulau Santen sebagai wisata halal di Banyuwangi. (Humas Pemkab Banyuwangi) FOTO | Dok. cnn.indonesia
Wisata halal sejatinya tidak beda jauh dengan wisata atau jalan-jalan umumnya. Bedanya ada pada ada atau tidaknya fasilitas pendukung kebutuhan ibadah umat Islam, seperti sarana ibadah dan kuliner halal.

Sharianews.com, Jakarta. Wisata halal sudah bukan sesuatu yang asing di telinga kita. Laju perkembangannya pun cukup pesat, di minati dari beragam usia, sehingga membuat banyak daerah berlomba mengembankan pariwisata halal.

Jika ditilik dari istilahanya, wisata halal sebenarnya juga ramah untuk semua kalangan, tidak terbatas untuk kalangan muslim, tetapi non-muslim.

Menurut Sekjen Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) Imaduddin Indrissobir, wisata halal sejatinya tidak beda dengan wisata atau jalan-jalan umumnya. Bedanya ada pada ada atau tidaknya fasilitas yang mendukung kebutuhan ibadah umat Islam, seperti sarana ibadah dan kuliner halal.

" Kalau dijelaskan, wisata halal ini sama seperti kita ke tempat lain tujuannya jalan-jalan, leisure, tapi  punya  extended  services," jelasnya  kepada sharianews.com saat  ditemui di Halal Tourism Expo, Jakarta, Sabtu (24/11/2018).

Misal saja, ada fasilitas penunjung kebutuhan  wisatawan muslim seperti  fasilitas ibadah yang memadai, lengakap dengan perlengkapan shalatnya,  baik di hotel  maupun di area wisata, ada restoran dengan jajanan dan kuliner yang halal, termasuk kebutuhan hiburannya.

Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman dan keindahan alamnya ditambah penduduknya mayoritas muslim, jelas memiliki banyak destinasi wisata yang bisa dikembangkan menjadi tujuan wisata halal.

Beberapa daerah di Indonesia juga sudah mengembangkan destinasi wisata halal, dan sebagian sudah berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah, melalui sektor pariwisata halal tersebut.

Indonesia bahkan sudah menargetkan bisa menjadi Negara nomor satu sebagai tujuan wisata halal dunia. Hal tersebut telah dicanangkan oleh Kementrian Pariwisara dalam even Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018, sehingga saat ini pemerintah pun tengah berupaya membehani fasilitas di banyak destinasi halal yang ada di Indonesia.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, tahun 2016 jumlah kunjungan wisatawan manca negara (wisman) muslim sebanyak 2,5 juta orang, dan ditargetkan jumlah kunjungan wisata muslim ke Indonesia akan mencapai 5 juta wisman muslim pada 2019 mendatang.

Jika pembaca ingin liburan akhir tahun, lima destinasi wisata di bawah ini bisa menjadi tujuan wisata yang menarik bagi keluarga.

Pulau Lombok

Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dijuluki sebagai ‘Kota Seribu Masjid’. Menurut kategori World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon 2015, Lombok meraih penghargaan tersebut. Juga menjadi peraih predikat sebagai tujuan wisata halal Indonesia 2016.

Belum lama ini, Lombok juga mendapatkan penghargaan wisata halal terbaik dalam acara Angerah Republika 2018.

Beberapa rekomendasi destinasi di pulau Lombok ini antara lain Pantai Tanjung Aan, Kuta Lombok, Pantai Senggigi, atau wisata pulau seperti  Gili Meno, Gili Trawangan dan Gili Air. Bagi pengantin baru dapat pula menikmati bulan madu ke Pulau Moyo.

Hotel-hotel di pulau Lombok juga sudah menerapkan penginapan muslim friendly seperti, petunjuk arah kiblat, peralatan solat lengkap, Al-Qr’an dan lain sebagainya. Bankan bank daerah Bank NTB pun sudah dikonversi menjadi bank syariah.

Sumatera Barat

Seperti halnya Lombok, Sumatera Barat juga dikenal dengan penduduknya yang mayoritas muslim. Begitu pula destinasi wisatanya, yang pada saat ini sudah mengadaptasi kebutuhan tujuan wisata gaya hidup halal.

Beberapa lokasi wisata halal yang terdapat di Sumatera Barat antara lain, Lembah Harau, Istana Pagaruyung, Jam Gadang, Pantai Pemutusan, Pantai Pagang, Puncak Lawang, dan lain sebagainya.

Pemerintah setempat pun memberikan jaminan kepada para pengunjuang atau wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat, sehingga tak perlu merisaukan makanan dan minuman halal.

DKI Jakarta

Sebagai Ibu Kota Indonesia, DKI Jakarta memiliki beragam tempat wisata. Beberapa di antaranya kini sedang diusahakan menjadi destinasi wisata halal. Apalagi mengingat Jakarta telah masuk dalam nominasi destinasi wisata halal terbaik dunia 2015 di Uni Emirat Arab.

Destinasi wisata halal di ibu kota metropolitan ini antara lain, kawasan kota tua, pantai ancol, setu babakan, hingga musem-museum bersejarah, termasuk menjamurnya restoran halal, mal dan kafe yang ramah terhadap pelancong muslim.

Bandung

Bandung adalah kota yag sarat akam nilai sejarah. Ibu Kota Periangan ini kini juga sedang berbenah untuk mengadaptasi destinasi wisata yang ramah terhadap gaya hidup halal.

Beberapa wisata halal di Bandung yang wajib dikunngi antara lain wisata budaya, wisata alam, hingga wisata kuliner. Contohnya, Kampung Bakery yang menjadi kawasan produsen kue yang menyediakan berbagai kue degan label halal.

Kota Batam

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Batam semakin bertambah setiap tahunnya. Salah satu restoran hotel bersertifikat halal di Batam adalah Hotel Horizon Batam, sehingga setiap pengunjung tak perlu khawatir untuk menikmati makan dan minum halal di sana.

Selain itu, Pemkot Kota Batam juga sangat mendorong pelaku usaha busana muslimah untuk mengembangkan usahanya, serta mendorong pelaku usaha kuliner untuk melakukan sertifikat halal.

Banyuwangi

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kinin juga telah mengembangkan industri pariwisata halal, yang berpusat di Pulau Santen, yang  berjarak sekitar 2,5 kilometer atau sekitar 10 menit perjalanan dari pusat kota, Pulau Santen berada di Kelurahan Karangharjo.

Destinasi lainnya adalah Pantai Pandanan, yang ditujukan bagi wisatawan perempuan. Bagi Pemkab Banyuwangi, wisata halal yang dibangunnya tak semata ditujukan bagi wisatawan yang memeluk agama Islam, tetapi untuk seluruh kalangan.

Beberapa fasilitas yang dijamin misalnya adalah ketersediaan terkait kuliner, fasilitas beribadah dan penerapan konsep pemisahan antara laki-laki dan perempuan. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Ahmad Kholil