Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Keuangan / 46 Bank Wakaf Mikro Sudah Berdiri
FOTO I Dok. sharianews.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan, sampai dengan akhir 2019 OJK menargetkan akan ada 100 Bank Wakaf Mikro baru.

Sharianews.com, Jakarta ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai dengan awal Mei 2019 sudah 46 Bank Wakaf Mikro berdiri dan tujuh Bank Wakaf Mikro yang sedang dalam proses.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan, sampai dengan akhir 2019 OJK menargetkan akan ada 100 Bank Wakaf Mikro baru.

Bank Wakaf Mikro mampu memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Wimboh membayangkan bila ada seribu Bank Wakaf Mikro berdiri.

"Satu Bank Wakaf Mikro bisa tiga ribu nasabah. seribu Bank Wakaf Mikro berarti bisa punya 3 juta nasabah," jelasnya menegaskan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/5).

Ia bercerita baru saja ke Papua bertemu pekerja pengupas bawang putih. Mereka adalah kelompok ibu-ibu sepuh yang memiliki masalah kekurangan modal.  Itu yang menjadi sebab mereka tidak bisa berdagang.

Namun, setelah menerima manfaat Bank Wakaf Mikro yang berubah hidupnya menjadi pedagang setelah menerima pembiayaan Bank Wakaf Mikro.

Dari kasus ibu-ibu sepuh pengupas bawang tersebut, Wimboh mengatakan, masyarakat yang seperti mereka banyak sekali di daerah-daerah. Untuk itu tugas OJK mensinergikannya.

"Tugas kita menyinergikan dana wakaf, menyinergikan dana pemerintah setempat agar masyarakat diberikan tempat.  Kemudian, menyinergikan umat juga. Ini adalah dari masyarakat untuk masyarakat," papar Wimboh.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sistem penerima pembiayaan Bank Wakaf Mikro yaitu sebesar 1-3 juta, tanpa bunga, tanpa jaminan, dan adanya pendampingan. "Bank syariah masih ada bagi hasil, ini (Bank Wakaf Mikro) nol persen," tambahnya.

Donasi yang dilakukan Bank Wakaf Mikro transparan dan pengurusnya adalah mereka yang mengabdikan diri untuk masyarakat.

Pengurusnya hampir tidak digaji karena secara materi sudah cukup kuat. Biasanya mereka adalah anak dari ustaz-ustaz pesantren. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo