Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. lmizakat.org
Harus ada transparansi yang jelas dalam pengelolaan zakat.

Sharianews.com, Jakarta. Implementasi zakat yang masuk ke dalam kategori Islamic Social Finance tidak lagi menjadi isu di tanah air saja, tetapi sudah masuk dalam tatanan global.

Isu Islamic Social Finance juga banyak dibicarakan oleh negara-negara OKI setelah mengetahui besarnya potensi zakat. Lalu, bagaimana cara mengelola zakat yang potensinya besar.

"Cara pengelolaan potensi zakat ada 3 hal," ungkap Dr. Irfan Syauqi Beik, sekjen world zakat lewat sambungan aplikasi online, Kamis (13/12/2018).

Penguatan lembaga zakat menjadi modal awal dalam transparansi akuntabilitas. Bahkan ditambahkan Irfan, saat ini juga sudah menggunakan teknologi blockchain.

"Orang mau bayar zakat apabila dia bisa melihat transparansi yang jelas, ke mana uangnya, di dalam simposiun kita juga membahas bagaimana memanfaatkan teknolgi blockchain untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dari lembaga zakat, lembaga wakaf, sehingga publik bisa tahu, dana yang mereka salurkan itu ke mana saja larinya," kata Irfan.

Selain itu, ditambahkan pula mengenai edukasi publik, bagaimana masyarakat yang ingin menunaikan zakat atau wakaf.

"Jadi kita perlu melakukan edukasi publik supaya mereka mau terlibat ketika mau menunaikan kewajiban zakat atau berwakaf, mereka bisa melakukan kewajibannya melalui lembaga resmi, sehingga ini akan memberikan satu power yang luar biasa bagi umat, bayangkan kalau semua duit zakat bisa terkumpul lewat lembaga resmi (Baznas) misalnya itu akan dahsyat efeknya buat ekonomi," demikian ungkap Irfan.

Dari sisi regulator, Baznas sebagai otoritas di pemerintahan dapat mendorong potensi keuangan Islam.

"Kita perlu dukungan regulasi yang lebih kuat dan kemudian dapat mendorong optimalisasi potensi keuangan Islam, bagaimana regulasi zakat dibuat sebagai mandatori (wajib) dari hukum negara bukan hanya dari sisi agama saja," sambung Irfan.

Bahkan kalau perlu ada perubahan regulasi ketika berzakat nanti ada insentif yang dapat menjadi pengurangan pajak.

"Ada insentif pajak sehingga orang berzakat melalui lembaga resmi karena dapat insentif sebagai pengurangan pajak langsung jadi intinya regulasi ini harus kita dorong supaya lebih berpihak lagi kepada pengembangan keuangan sosial Islam," tutup Irfan.

 

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo