Jumat, 22 Januari 2021
09 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / 150 Anggota Kerajaan Arab Saudi Terinfeksi Corona, Bagaiman Nasib Raja Salman ?
Foto dok. AFP
Akibat dari pandemi corona ini, diduga menjadi salah satu pemicu keputusan Arab Saudi untuk melakukan gencatan senjata terhadap pemberontak di Yaman.

Sharianews.com, Sejumlah pangeran Arab Saudi postif terjangkit virus corona. Disinyalir yang menjadi penyebabnya adalah ketika mereka berpergian ke Eropa.

Total New York Post melaporkan, Jumat (10/4), sebanyak 150 anggota Kerajaan Arab Saudi positif virus corona. Kejadian tersebut membuat Raja Salman (84) saat ini diisolasi di sebuah tempat di dekat Kota Jeddah.

Sedangkan anaknya yang merupakan Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman (34) serta sejumlah menteri dikarantina di sebuah tempat di dekat Laut Merah.

Keponakan Raja Salman, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud (70) dilaporkan positif virus corona. Dia saat ini menjabat sebagai Gubernur Riyadh.

Akibat dari pandemi corona ini, diduga menjadi salah satu pemicu keputusan Arab Saudi untuk melakukan gencatan senjata terhadap pemberontak di Yaman. Negeri Minyak ini melakukan gencatan senjata dengan pemberontak Houthi di Yaman selama dua pekan. Mereka sudah berperang sejak lima tahun lalu.

Saat ini Rumah Sakit Khusus Raja Faisal sebanyak 500 ranjang pasien dipersiapkan untuk merawat para anggota kerajaan dan orang-orang terdekat mereka. "Perintahnya adalah untuk mempersiapkan bagi orang-orang penting dari seluruh negeri," demikian isi surat dari pengelola RS Raja Faisal.

Pengelola tersbut menjelaskan adanya memo "peringatan tinggi" yang dikirim secara elektronik pada hari Selasa ke dokter senior.

Peringatan itu menambahkan, setiap anggota staf yang terinfeksi virus corona sekarang akan dirawat di rumah sakit yang 'kurang elite' untuk menghemat ruang bagi bangsawan. Sedangkan pasien biasa dan para perawat yang sakit akan dipindahkan ke rumah sakit umum untuk memberikan ruang bagi para anggota kerajaan yang sakit tersebut.

Menurut data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, tercatat ada 2.795 kasus virus corona di Saudi, dengan 41 orang meninggal.

Rep. Aldiansyah Nurrahman