Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H

10 Warisan Islam di Eropa

Senin, 17 Desember 2018 10:12
FOTO I Dok. islam-today.co.uk
Hari ini, kembali Islam menginvasi Eropa, tapi tidak dengan pedang dan kekuatan peradaban seperti dulu, melainkan dengan shalat!

Sharianews.com, Berikut ini adalah sepuluh dari ribuan warisan peradaban Islam yang masih melayani kita hari ini:

Bedah. Sekitar tahun 1000, doktor Al-Zahrawi menerbitkan buku setebal 1500 halaman yang merupakan ensiklopedi bedah yang kemudian digunakan di Eropa selama lebih dari 5 abad selanjutnya. Zahrawi antara lain menemukan penggunaan benang halus untuk menjahit luka setelah pembedahan dan teknik menghilangkan bekas jahitan operasi. Dia juga dokter pertama yang menangani kelahiran secara sesar dengan menggunakan gunting.

Kopi. Entah sejak kapan kopi menjadi minuman sehari-hari sekaligus multiguna di Barat. Untuk bersantai, orang minum kopi. Untuk membuat badan sekaligus suasana hati (mood) lebih segar, orang minum kopi. Untuk menghangatkan badan, orang minum kopi. Tapi kopi bukan hasil bumi Eropa dan juga bukan industri kawasan itu. Orang Islamlah yang membawa kopi ke Eropa abad 16.

Kopi pertama kali diproses-peras di Yaman abad 9. Syahdan, kopi pada masa-masa awalnya digunakan kaum sufi agar tetap melek sepanjang malam untuk berdzikir, berdo’a, dan muqarrabah.

Kemudian kopi dibawa ke Kairo oleh para pelajar. Segera komoditi ini menjadi termasyhur di seantero kerajaan. Abad ke-13, kopi mencapai Turki. Baru abad ke-16 para pedagang Venesia kemudian membawanya ke Eropa via Itali.

Mesin Terbang. Abbas bin Firnas adalah orang pertama yang berusaha membuat mesin terbang dan benar-benar terbang di abad 9. Sebuah rancangan kasar menyerupai burung dicoba di Cordoba, Spanyol. Mesin terbang bernama Firnas itu terbang beberapa saat, sebelum jatuh ke bumi dan sebagian badannya pecah. Rancangan ini kemudian menjadi inspirasi bagi Leonardo Da Vinci yang menggambar rancangan pesawat terbang beberapa tahun kemudian.

Aljabar. Kata ini berasal dari judul kitab matematika Persia termasyhur abad ke-9 ‘Kitab al-Jabr Wa l-Mugabala’ yang artinya ‘buku penalaran dan keseimbangan’. Dibuat berdasarkan sistem Yunani dan Hindu, susunan aljabar baru menyatukan sistem tersebut untuk bilangan rasional, bilangan irasional dan besaran geometri. Matematikawan lain, Al-Khwarizmi, juga orang pertama yang memperkenalkan konsep deret ukur kedalam daya.

Optik. Banyak kemajuan penting dalan studi optik berasal dari dunia Islam. Seperti telah disinggung sebelumnya, sekitar tahun 1000, Ibn Al-Hitham membuktikan bahwa manusia melihat objek dengan pantulan cahaya yang mengenai mata mereka. Ini mementahkan teori Ptolemy dan Euclid bahwa mata lah yang memancarkan cahaya ke objek yang dilihat. Psikawan besar ini juga penemu kamera, yang menjelaskan bagaimana mata melihat terbalik karena hubungan antara saraf optic dengan otak.

Musik. Eropa sekarang adalah kiblat musik dunia, namun ini bisa terjadi karena para musisi Muslim membawa musik ke kawasan itu, baik dalam bentuk instrumen, keahlian maupun teori. Nama-nama not: do, re, mi, fa, sol, la, si, do, diambil dari alfabet Arab: dal, ra, mim, fa, shad, lam, siin.

Musisi Muslim membawa gitar arab ebor ke Spanyol abad 9. Di sana dimodifikasi

jadi gitar dalam bentuknya yang sekarang. Selain itu adalah rahab, yang kemudian berkembang menjadi biola.

Engkol. Cara kerja otomatis pada berbagai alat zaman sekarang bersumber pada sistem saling putar roda yang dibangun para teknolog Muslim. Mereka mengkonversi gerak melingkar menjadi gerakan linear yang di kita disebut engkol. Konversi itu menjadikan kegiatan mengangkat benda-benda berat menjadi ringan – seperti pada mengayuh sepeda. Cara kerja dan tekonologi engkol ditemukan Al-Jazirin pada abad 12. Dari sini lahir sepeda dan mesin pembakaran.

Rumah sakit. Rumah sakit seperti yang kita kenal sekarang diawali di Mesir pada abad 9. Pusat pengobatan itu bernama Rumah sakit Tulun, didirikan oleh Ahmad ibn Tulun tahun 872 di Kairo. Rumah sakit ini menyediakan layanan pengobatan gratis. Sebuah kebijakan yang umum di berbagai pemerintah Muslim ketika itu bahkan sampai sekarang.

Invasi Islam sekarang

Hari ini, kembali Islam menginvasi Eropa, tapi tidak dengan pedang dan kekuatan peradaban seperti dulu, melainkan dengan shalat!

Di Paris, Prancis, lima sekali sehari seluruh kota nyaris terhenti dari berbagai kegiatan karena jalan-jalan dipenuhi orang-orang shalat berjama’ah. Kenapa tidak di mesjid? Karena mesjid-mesjid sangat tak cukup menampung jama’ah yang bertambah setiap hari.

Hal yang sama terjadi di kota-kota lain di Eropa: London, Frankfurt, Moskow.

Dulu, Islam mengarahkan Eropa ke peradaban dunia yang terang. Kini, kaum Muslimin menghadapkan Eropa ke wajah Allah. (*)

Kafil Yamin - Penulis Buku Hidup Sehari Penuh