Minggu, 17 Februari 2019
12 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO | Dok. STEI-SEBI
Selayaknya idealisme dalam mengembangkan ekonomi syariah tidak luntur setelah keluar dari kampus atau universitas.

Sharianews.com, Depok. Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI, menggelar wisuda ke-13 pada Sabtu (17/11). Kepada para wisudawan, Ketua STEI SEBI, Sigit Pramono, Ph.D, CA, CPA,  berpesan agar setiap wisudawan memiliki orientasi hidup mulia.

Para wisudawan menurutnya kini sudah mulai memasuki usia penting dan produktif, karenanya ia berpesan agar tidak menyia-nyiakan setiap peluang dan kesempatan yang datang, seraya bertekad untuk mengamalkan ilmu dan mengabdi kepada Allah SWT.

“Apapun pencapaian kita di dunia yang fana ini, tidak lain yang paling bahagia adalah menjadi pribadi yang shalih. Maka harapan besar dari kami agar kita menjadi pribadi muslim yang utuh dan menyeluruh,“ungkap Sigit Pramono, pada pidato sambutannya di depan para wisudawan/wati, Sabtu (17/11).

Pada wisuda kelulusan tahun akademik 2018/2019 ini tercatat seluruh peserta wisuda STEI SEBI berjumlah 197 wisudawan/wati, 23 di antaranya adalah wisudawan/wati yang mencapai predikat cumlaude dan 70 persen tercatat telah bekerja sebelum wisuda.

Tangis bahagia segera terdengar saat dibacakan beberapa penampilan dari perwakilan wisudawan-wisudawati di moment wisuda yang bersamaan dengan milad STEI SEBI ke-20 tersebut.

Orasi Ilmiah

Pada upacara wisuda ke-13, yang dilaksanakan bertepatan dengan Milad SEBI ke- 20 tersebut, turut hadir  perwakilan Diktis dan Kopertais Wilayah I DKI Jakarta, Komisaris  Utama BRI Syariah dan Direktur Utama Bank Jawa Barat Syariah (BJBS).

Pada kesempatan tersebut, tampil Prof. Dr. Hermanto Siregar, M. Ec., Komisaris Utama BRI Syariah untuk memberikan orasi ilmiah bertujul, “Melahirkan SDM Keuangan dan Bisnis Syariah Berdaya Saing Tinggi di Era Industri 4.0”.

Pada orasinya, Hermanto Siregar mengatakan, bahwa saat ini masyarakat Indonesia yang sudah melek syariah itu tidak lebih dari 25 pesen atau hanya ¼ dari penduduk Indonesia. Artinya hanya sebagian kecil saja yang sudah mengetahui ekonomi syariah dan perbankan syariah.

“Ini adalah tantangan yang sangat berat, namun di situ kita memiliki peluang yang sangat besar dan harus kita wujudkan untuk memajukan sistem perbankan syariah di Indonesia,”papar Hermanto Siregar.

Sementara, Direktur Utama BJBS, Indra Falatehan, ST., MM., berpesan agar idealisme dalam mengembangkan ekonomi syariah tidak luntur setelah keluar dari kampus atau universitas.

“Pertahankan idealisme itu karena penting dalam dunia kerja. Sehingga saat bekerja tidak hanya semangat yang akan didapatkan, namun juga makna hidup. Jadikan setiap pekerjaan dalam lembaga syariah sebagai ibadah. Sehingga tak hanya ibadah ritual yang dilakukan, namun juga ibadah sosial, agar umat islam mampu menguasai dunia,”katanya. (hna)

Ahmad Kholil