Selasa, 22 Januari 2019
16 Jumada al-ula 1440 H
FOTO I Dok. NU online

Sharianews.com, Jakarta ~ Lamanya daftar tunggu jemaah haji Indonesia menjadi kendala yang klasik, tetapi hal tersebut tidak boleh disepelekan. Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid pernah mengusulkan mengambil kuota dari negara lain.

Terkait hal tersebut, ketua Panitia Kerja (Panja) BPIH, Ace Hasan Syadzily mengatakan perlu adanya pendekatan terhadap kedua negara terlebih dahulu.

"Ya, itu memang perlu ada pendekatan, pertama tentu kepada pemerintah Arab Saudi sendiri, kemudian yang kedua tentu kepada negara tersebut," ujarnya kepada sharianews.com, Senin (7/1/2019).

Selain hal itu, lebih lanjut Ace menambahkan, kuota tersebut walaupun ada lebih nya namun belum tentu tidak dipakai juga.

"Kan belum tentu kuotanya tidak dipakai sama mereka juga, itu kan hak mereka yang harus kita hormati," sambung Ace.

Sebelumnya dikatakan oleh Hidayat Mur Wahid, negara yang tidak memakai habis kuota haji salah satunya adalah negara Pilipina. Pemerintah RI harus bisa mengajak Filipina untuk melakukan suatu perjanjian tentang hibah kuota.

Perjanjian ini penting untuk menghindari masalah yang pernah terjadi terhadap jemaah haji Indonesia yang menggunakan kuota haji Pilipina.

“Dulu pernah masalah ada orang Indonesia kemudian memakai kuota Pilpina yang tidak terpakai. Dan kemudian jemaah itu merubah dokumen keimigrasian dan masalah ini jangan sampai terjadi lagi". kata HNW.

Katanya, daripada seperti itu, yang sudah jelas bahwa setiap musim haji, Filipina tidak menghabiskan kuota haji maka kuotanya itu diminta baik-baik dengan melakukan perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Pilipina.

“Misalnya kuota haji Pilipina sisanya 50 ya diambil saja untuk Indonesia, caranya membuat kesepakatan dengan Pilipina untuk meyempakati kuota yang tidak terpakai dihibahkan kepada Indonesia,” kata HNW.

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo