Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO | Dok. aldy.sharianews.com
Salah satu perkerjaan rumah besar dunia perbankan adalah bagaimana agar jasa layanan perbankan tidak ditinggalkan oleh masyarakat sedemikian rupa.

Sharianews.com, Jakarta ~Tantangan costumer yang dihadapi perbankan  syariah saat ini adalah costumer experience generasi Y atau milenial. Generasi ini meminta pelayanan apa pun, kapan pun, di mana pun bisa diakses, dan memperoleh layanan dengan segera saat ini juga. Sebuah era digitalisasi atau ekosistem ekonomi digital.

Policy and Procedure Group Head Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), Ana Nurul Hayati mengatakan, era digitalisasi berpotensi meningkat seiring dengan struktur demografis Indonesia yang adaptif terhadap teknologi. Secara demografi generasi Y sebanyak 37 persen dan Z sebanyak lima persen.

Masuknya generasi Y dan Z ke dalam angkatan kerja akan memperbesar laju penetrasi digital di sektor jasa keuangan. Di Mandiri Syariah sendiri Sumber Daya Manusia (SDM) sebanyak 50 persennya berasal dari generasi ini.

“Jadi yang diharapkan milenial ini adalah porduk yang sederhana, aksesnya mudah kapan pun, bisa mendapatkan komisi sekaligus dan seketika. Ini memang tantangan bank, yang kita lakuakan saat ini, tidak mudah untuk bisa menyediakan produk-produk yang sedemikian signifikan perubahannya,”ungkap Ana, di Jakarta.

Selain itu tantangan juga datang dari financial technology (fintech), Ana menceritakan kerabatnya pernah mengatakan tidak perlu lagi membeli jasa perbankan, karena seperti membeli pulsa atau bayar listrik di fintech malah mendapatkan cash back, sementara di bank tidak mendapat apa pun, malah terkena biaya.

“Ini yang menjadi perkerjaan rumah besar perbankan. Kita juga tidak ingin layanan perbankan ditinggalkan masyarakat sedemikian rupa. Memiliki tujuan harus memenuhi harapan para pelanggan, yang telah diubah oleh teknologi digital,”jelas Ana.

Selain perbankan dan fintech, ekosistem ekonomi digital juga meliputi e-government dan e-commerce. Berdasarkan data tingkat kepercayaan penggunaan digital relatif cukup tinggi. Sekitar 50 persen dari total penduduk Indonesia telah mengakses internet, 71 persen pengguna internet merasa yakin dan aman melakukan transaksi perbankan secara online, dan 49 persen pengguna internet melakukan pembayaran secara digital seperti ATM, net banking, kartu kredit, SMS banking, serta e-money. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil