Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H

Tabungan Syariah Vs Konven

Rabu, 5 Desember 2018 16:12
FOTO | Dok. istimewa
Ingin tahu perbedaan prinsip antara tabungan di bank konvensional dan bank syariah., termasuk konsekuensi hukumnya? Berikut ini ulasannya.

Sharianews.com. Ada beberapa perbedaan mendasar antara tabungan syariah dengan tabungan konvensional. Perbedaan mendasar ini terdapat pada istilah, alur, skema, perhitungan, risiko dan hukumnya. Tabungan Konvensional merupakan tabungan berbasis Riba, sedangkan tabungan syariah berbasis dagang.

Tabungan Syariah

Ada 2 skema tabungan syariah. Pertama, tabungan berakad titipan (yang bisa dipergunakan) dari Nasabah kepada Bank Syariah. Kedua, tabungan berakad kongsi modal usaha dari Nasabah kepada Bank Syariah.

Sesuai dengan namanya, pada skema titipan, Nasabah menitipkan dana di Bank Syariah. Oleh Bank Syariah, dana tersebut bisa dipergunakan. Dengan demikian, terjadilah akad pinjam-meminjam. Oleh sebab itu, berakulah hukum pinjam meminjam.

Pada tabungan titipan ini, Bank Syariah menjamin titipan bisa dikembalikan kepada Nasabah sewaktu-waktu. Maka, wajar saja jika Bank Syariah melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menjaga agar titipan Nasabah bisa dikembalikan seperti semula.

Sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW bahwa penerima pinjaman (titipan yang boleh dipergunakan) ini dianjurkan untuk mengembalikan dengan yang lebih baik (dari sisi kualitas maupun jumlah), maka Bank Syariah bisa memberikan bonus kepada Nasabah. Bonus ini tidak dipersyaratkan oleh Nasabah dan tidak diperjanjikan oleh Bank Syariah.

Pada skema akad kongsi investasi, Nasabah memberikan modal investasi kepada Bank Syariah. Risiko investasi adalah untung, rugi atau impas. Bank Syariah dan Nasabah mengikuti mekanisme ini, sehingga tidak ada hasil pasti yang diperjanjikan. Yang disepakati kedua belah pihak adalah nisbah bagi hasil. Yakni, ketika ada hasil, maka hasil dibagi berdua sesuai kesepakatan dalam pembagian.

Rumus persen bagi hasil adalah Persen x Hasil. Jika nisbahnya adalah 60:40, maka bagi hasilnya adalah 60 persen : 40 persen, yakni 60 persen x hasil dibanding dengan 40 persen x hasil. Dengan demikian, hasil investasi akan diketahui di akhir periode investasi. Periode investasi ini bisa dihitung harian.

Berdasarkan uraian tersebut di atas bisa disimpulkan bahwa Tabungan berdasarkan akad titipan dan akad kongsi investasi, sudah sesuai Syariah, sangat layak dipergunakan oleh Nasabah.

Tabungan Konvensional

Skema tabungan konvensional sederhana saja, yakni ketika Nasabah menabung, Nasabah dijanjikan persen x pokok. Jika Nasabah dijanjikan bunga 2,5 persen, maka berarti nasabah dijanjikan memperoleh pengembalian pokok tabungan ditambah bunga 5 persen x pokok yang sejak awal pasti sudah diketahui nominal rupiahnya.

Misalnya ketika nasabah menabung di Bank Konven sebesar Rp 1 juta dengan bunga 2,5 persen, maka hasil yang sejak awal diperjanjikan Bank Konvensional kepada Nasabah adalah sebesar Rp 1 juta ditambah 2,5 persen x 1 juta yakni 25 ribu.

Berarti hasil yang dijanjikan Bank Konvensional kepada Nasabah adalah Rp 1 juta 25 ribu rupiah. Skema ini menyebabkan Bank Konvensional berlagak jadi Tuhan oleh karena sudah berani memastikan hasil usaha, uang belum ditransaksaksikan, sudah dipastikan beranakpinak. Padahal, yang bisa memastikan hasil masa depan hanyalah Allah.

Berdasarkan pada uraian tersebut di atas bisa disimpulkan bahwa skema Tabungan yang masuk akal kita pergunakan adalah skema Tabungan Syariah. Wallahu a’lam.

Oleh: Ahmad Ifham Sholihin