Selasa, 19 Februari 2019
14 Jumada al-akhirah 1440 H
Dokumen pribadi.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim tiap tahun, sebanyak 1,7 juta anak tewas akibat diare yang disebabkan karena lingkungan yang tidak sehat, terutama karena air yang tercemar.

Sharianews.com, Tim Global Wakaf membangun Sumur Wakaf sebagai solusi pengentasan masalah air di Riau. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim tiap tahun, sebanyak 1,7 juta anak tewas akibat diare yang disebabkan karena lingkungan yang tidak sehat, terutama karena air yang tercemar.

Di Indonesia penyediaan air bersih dijamin dalam Pasal 33 UUD 1945 ayat (3) yang berbunyi “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Kebijakan tersebut dipertegas dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa pemenuhan air bersih bagi masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah sebagai bagian dari pelayanan publik yang harus mereka lakukan.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak di Indonesia. Pada 2012 hanya 65,05 persen rumah tangga memiliki akses terhadap sumber air minum layak. Pada 2014, sebanyak 68,11 persen rumah tangga punya akses tersebut. Angka ini naik lagi di 2017 menjadi 72,04 persen.

Realitanya tidak ada provinsi yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak hingga 100 persen. Provinsi dengan rumah tangga yang memiliki akses tertinggi pada 2017 adalah Bali, itu pun baru mencapai sekitar 90,85 persen. Provinsi kedua dengan akses tertinggi adalah DKI Jakarta sebesar 88,93 persen pada periode yang sama. Kalimantan Utara, yang tercatat sebagai provinsi baru, juga punya akses tinggi dan menempati posisi keempat dengan akses sebesar 83,78 persen.

Sementara itu di Sumatera data akses air bersih mengkhawatirkan, Bengkulu menempati peringkat terbawah dengan 43,83 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak pada 2017. Lampung juga tercatat hanya 53,79 persen rumah tangga dengan air layak minum.

Begitu juga kondisi yang dialami oleh masyarakat Desa Sekeledi, Kabupaten Rokan Hillir, Provinsi Riau. Desa yang berada di wilayah hulu Sungai Rokan ini merupakan wilayah lahan gambut dengan kondisi air yang berbau dan sudah berwarna coklat.

Sungai sudah tidak dapat lagi diandalkan karena sudah tercemar dan hanya bisa digunakan untuk mandi serta mencuci. Untuk kebutuhan minum dan memasak, masyarakat mengandalkan air hujan dan mengambil air di area perbukitan atau dengan membeli air bersih. “Kita terpaksa beli air untuk keperluan sehari-hari. Satu jeriken air bersih dibandrol dua ribu lima ratus  rupiah dan per drum sepuluh ribu rupiah," sebut Zulhairi, salah seorang warga.

Melihat kondisi tersebut, Tim Global Wakaf membangun Sumur Wakaf sebagai solusi pengentasan masalah air di Riau. Sebelum pembangunan sumur, tim terlebih dahulu melakukan rembuk warga pada Akhir Desember 2018  lalu dan dilanjutkan dengan pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) pada Rabu (2/1).

Wahyu Fitra Suryanda dari Tim Global Wakaf menuturkan, untuk pembangunan Sumur Wakaf sendiri akan dilakukan pada Sabtu (12/1). “Insya Allah, kalau tidak ada halangan kita akan lakukan pemboran sumur di lingkungan Musala Al-Iman. Semoga pembangunan sumur ini nantinya berjalan lancar,” kata Wahyu.

Pemilihan Musala Al-Iman tersebut dikarenakan lokasinya yang terletak di pinggir jalan utama dan dekat dengan pusat keramaian di Desa Sekeladi, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengambil air ke sini. Pembangunan ini sebagai bentuk ikhtiar Global Wakaf untuk membantu memecahkan masalah air di Desa ini.

“Dengan adanya Sumur Wakaf ini, uang yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk membeli air, bisa dialihkan untuk keperluan lainnya yang lebih penting," imbuh Wahyu.

Pengurus musala bersama masyarakat setempat juga telah berkomitmen akan menanggung seluruh biaya yang timbul akibat pendistribusian air bersih yang dimanfaatkan warga. Sehingga, warga tidak akan dibebankan lagi untuk biaya operasional. Dana yang akan digunakan dari kas kotak infak yang dikhususkan untuk operasional air bersih.

"Alhamdulillah, Global Wakaf menginisiasi satu program yang memberi solusi dan keberkahan hidup jangka panjang bagi masyarakat, bekerjasama dengan masyarakat sekitar yang mampu memberikan jutaan manfaat dan kebaikan," pungkas Wahyu.

 

Munir Abdillah