Minggu, 17 Februari 2019
12 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO I Dok. Fiscus wannabe
KNKS diminta untuk menjalankan masterplan yang rampung akhir tahun kemarin.

Sharianews.com, Jakarta ~ Menteri Perencanaan dan Pembangunan/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menekankan terkait pentingnya sektor riil kepada Direktur Eksekutif dan Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang baru saja dilantik dan disumpah, Kamis (3/1/21/2018).

Menurut Bambang, sektor keuangan manapun di dunia, baik konvensional maupun syariah tidak akan bisa bergerak terlalu cepat bila tidak didukung sektor riil yang dinamis. Diharapkan sektor riil menjadi tulang punggung dari perkembangan sektor keuangan syariah

“Otomatis ketika berbicara sektor riil yang terkait dengan sektor keuangan syariah, yang ada dalam pikiran kita adalah industri halal,” jelas Bambang, di Gedunga Bappenas, Jakarta.

Untuk itu, ia meminta direktur eksekutif, maupun seluruh direktur, khususnya direktur yang terkait dengan industri halal untuk segera bergerak.

KNKS diminta menjalankan masterplan dari industri halal yang baru diselesaikan akhir tahun kemarin. Kemudian, yang tidak kalah penting adalah mengonsolidasikan semua pelaku dan regulator terkait industri halal, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pemain utama global dari industri halal itu sendiri.

Terlebih, jika mengingat pasar domestik Indonesia yang besar, itu akan menjadi sasaran dari negara lain. Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, lndonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai arus perekonomian baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonoml global.

Potensi ekonomi syariah dapat dilihat dari semakin meningkatnya pertumbuhan populasi muslim dunia yang diperkirakan akan mencapai 27,5 persen dari total populasi dunia pada 2030. Hal ini juga mengindikasikan meningkatnya pula permintaan produk halal sebagai kebutuhan umat muslim dunia.

Bambang mengingatkan posisi Indonesia saat ini dalam industri halal, masih dalam posisi lebih kepada net importer. “Inilah tantangan besar buat kita semua, termasuk dari KNKS juga, direktur eksekutif bagaimana caranya kita mencari strategi agar suatu saat kita tidak lagi bersifat net importer tapi kepada net eksporter,” harap Bambang.  (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo