Senin, 18 Februari 2019
13 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO | dok.romy.sharianews.com
Hotel akan dibangun dengan kategori hilal-1, yang harus memenuhi beberapa syarat seperti pemisahan urinoir dan tersedianya air yang untuk kloset

Sharianews.com, Jakarta ~ Sahid Hotel akan mengembangkan hotel berbasis syariah di sekitar Gunung Menyan, Kabupaten Bogor, ujar salah satu petinggi grup tersebut, Senin (14/01).  

Vice President Director Sahid Group, Hariyadi Sukamdani mengatakan proyek pembangunan hotel tersebut akan dimulai tahun ini. Sebenarnya, konsep hotel syariah tersebut sudah dimulai namun masih berbentuk hanya guest house.

"Kita sudah punya sekitar 20 kamar dan sudah beroperasi, kalo yang full syariah dengan jumlah besar masih belum. Karena kita akan melihat juga dari segi tamunya, kalau tamunya sedikit kan juga tidak efisien," ujarnya.

Hariyadi yang juga Ketua Umum Apindo ini mengungkapkan hotelnya nanti akan dibuat dengan hotel syariah kategori Hilal-1.

Agar mendapatkan sertifikat hotel syariah Hilal-1, haruslah terpenuhi dari beberapa aspek. Antara lain fasilitas toilet yang harus memenuhi unsur syariah, ada pemisah antara urinoir satu dengan lainnya untuk menjaga pandangan, tersedia air untuk bersuci yang memadai di urinoir dan kloset.

Begitu juga di kamar mandi tamu, harus tertutup dan tersedia sarana bersuci atau berwudu.

Di kamar hotel harus tersedia antara lain, peralatan salat, sajadah, Alquran. Tidak tersedia akses pornografi dan tindakan asusila apa pun. Tidak ada alkohol di mini bar.

Sementara di dapur harus tersedia pantri khusus untuk mengolah makan dan minuman halal yang terpisah dari dapur biasa.

Di ruang karyawan juga harus tersedia ruang bersuci dan ibadah, ada urinoir dan ruang ganti yang terpisah dan tertutup antara karyawan pria dan wanita.

Di ruang ibadah pun harus terpisah antara untuk pria dan wanita.  Kolam renang harus tertutup atau terhindar dari pandangan umum.

Untuk perawatan spa, harus terpisah antara perawatan pria dan wanita. Sementara aroma terapi yang tersedia harus berlogo halal dan resmi.

 

Reporter: Romy Syawal Editor: nazarudin